Palsukan Paraf, Oknum Bendahara Puskesmas Sikat Uang Jasa Medis

Palsukan Paraf, Oknum Bendahara Puskesmas Sikat Uang Jasa Medis
Penyidik Polres Lhoksumawe menjemput AZ, 36 tahun di Blang Cut, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe. Photo : Ist

KBA.ONE, Lhoksumawe - Seorang oknum pegawai negeri sipil (PNS) di Puskesmas Blang Cut, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, terpaksa mendekam di sel tahanan Polres Lhoksumawe karena diduga menggelapkan dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) senilai Rp 191 juta.

Pegawai berinisial, AZ, 36 tahun tersebut dijemput saat tengah bertugas setelah kepolisian menemukan bukti pemalsuan tanda tangan yang dilakukannya untuk menarik dana tempatnya bertugas.

"AZ kami tetapkan sebagai tersangka tunggal dalam kasus penggelapan ini. Kami memiliki alat bukti yang cukup untuk menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka sehingga tadi pukul 10.30 WIB, langsung kita jemput di Puskesmas Blang Cut," kata Kasatreskrim Polres Lhoksumawe, Ajun Komisaris Polisi Budi Nasuha, Senin 9 Juli 2018.

Menurut Budi, kasus penggelapan dana yang diperuntukkan membayar jasa medis itu telah ditangani Satreskrim Polres Lhoksumawe sejak April lalu. Sebelum menetapakan warga Gampong Blang Buloh, Kecamatan Blang Mangat, tersebut sebagai tersangka, penyidik telah memeriksa 12 orang saksi baik pegawai Puskesmas maupun pihak perbankkan.

"Kami juga telah mengamankan 5 lembar slip penarikan yang di palsukan tersangka yang seluruhnya telah diuji di laboratorium forensik polri cabang Medan. Modus yang digunakan pelaku dengan cara memalsukan tanda tangan kepala puskesmas," ujar Budi.

Budi mengatakan terungkapnya kasus tersebut, berawal perintah Kepala Puskesmas Blang Cut kepada bendahara pengganti AZ untuk melakukan penarikan dana di Bank BNI Cabang Lhoksumawe, 11 April 2018 lalu. Sayangnya tiba di Bank BNI, bendahara yang ditugasi, justru tidak dapat melakukan penarikan, karena sesuai print out bank, dana telah ditarik bendahara.

"Zul, kepala Puskesmas, menerima telpon bendahara baru yang menggantikan tersangka jika sesuai print out pihak bank dana telah dicairkan," kata Budi.

Mendengar laporan tersebut, kata Budi, terlapor bersama bendahara baru langsung melakukan pengecekan ke bank. Namun dari informasi pihak perbankan diketahui jika dana tersebut sudah di cairkan AZ dengan menggunakan lima slip penarikan yang sudah ditanda tangani kepala puskesmas.

"Karena merasa tidak pernah menandatangani slip penarikan, kepala puskesmas bersama berdahara akhirnya melapor ke polres Lhoksumawe,"ujar Budi

 

Komentar

Loading...