Panwaslih Aceh Kabulkan Gugatan Abdullah Puteh - Hukum - Kantor Berita Aceh (KBA)

Panwaslih Aceh Kabulkan Gugatan Abdullah Puteh

Panwaslih Aceh Kabulkan Gugatan Abdullah Puteh
Abdullah Puteh, usai mengikuti sidang sengketa pemilu di Kantor Panwaslih Aceh, Kamis 9 Jumat 2018. Photo: KBA/Sara Masroni

KBA.ONE, Banda Aceh - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh, mengabulkan gugatan yang diajukan Abdullah Puteh untuk dapat mencalonkan diri sebagai calon anggota DPD RI. Keputusan tersebut dibacakan dalam sidang sengketa pemilu yang digelar di Kantor Panwaslih Aceh, Kamis 9 Agustus 2018.

Dalam putusannya, Panwaslih Aceh membatalkan keputusan KIP Aceh tentang hasil verifikasi keabsahan syarat bakal calon peserta perorangan peserta Pemilu Anggota DPD 2019. Panwaslih menilai keputusan KIP Aceh yang mencoret nama Abdullah Puteh sebagai calon anggota DPD RI bertentangan dengan Undang-undang.

"Mengambulkan seluruh permohonan pemohon untuk dapat mencalonkan diri sebagai peserta pemilu legislatif," kata Ketua Majelis Sidang Panwaslih Aceh, Zuraida Alwi.

Ditemui usai Zuraida Alwi mengatakan keputusan Panwaslih telah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Zuraida berharap putusan Panwaslih Aceh segera ditindaklanjuti paling lama tiga hari usai keputusan tersebut diputuskan.

"Kita harus mengikuti hirarki sebuah hukum. Peraturan KPU tidak boleh mangangkangi undang-undang dan kami memberi waktu hingga 3 hari ke depan agar putusan ini diproses secepatnya oleh KIP Aceh," kata Zuraida.

Sebelumnya KIP Aceh mencoret nama bekas Gubernur Aceh Abdullah Puteh itu dari daftar bakal calon anggota DPD. Alasannya, Abdullah Puteh mantan narapidan kasus korupsi.

KIP beralasan, pencoretan sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) bahwa bakal calon anggota DPD bukan bekas bandar narkoba, kejahatan seksual terhadap anak dan korupsi. Seperti diketahui Abdulah Puteh yang menjabat sebagai gubernur Aceh priode 2000-2004 dijatuhi hukuman 10 tahun penjara karena dinyatakan terbukti bersalah mengorupsi pembelian dua helikopter PLC Rostov jenis MI-2 senilai Rp 12,5 miliar.

Puteh selesai menjalani masa hukumannya pada tahun 2013 setelah sempat menjalani pembebasan bersyarat pada tanggal 18 November 2009. Kontributor Banda Aceh: Sara Masroni

Komentar

Loading...