Pascaputusan MK, KPU dan Bawaslu Harus Hormati Kekhususan Aceh

Pascaputusan MK, KPU dan Bawaslu Harus Hormati Kekhususan Aceh
Mukhlis Mukhtar. Foto: istimewa.

Di dalam UUPA juga disebutkan aturan umum itu baru bisa menggunakan produk hukum lain jika tidak diatur di dalam undang-undang itu.

KBA.ONE, Jakarta – Kuasa Hukum Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Mukhlis Mukhtar, meminta Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu mematuhi putusan Mahkamah Konstitusi. Tadi sore, Mahkamah memutuskan untuk mengabulkan permohonan gugatan para pihak di Aceh untuk mengembalikan dua pasal di Undang-Udang Pemerintah Aceh terkait penyelenggara pemilu.

“KPU dan Bawaslu harus mematuhi dan menghormati putusan ini, apalagi putusan MK final dan mengikat. Jadi jika membuat peraturan KPU atau Bawaslu yang menyangkut Aceh maka harus merujuk pada UUPA,” kata Mukhlis Mukhtar kepada KBA, Kamis, 11 Januari 2018.

Selain itu, kata Mukhlis Mukhtar, KPU dan Bawaslu juga harus menghormati UUPA dalam hal perekrutan komisioner Komisi Independen Pemilihan dan Bawaslu yang menegaskan bahwa ini adalah wewenang DPR Aceh.

“Di dalam UUPA juga disebutkan aturan umum itu baru bisa menggunakan produk hukum lain jika tidak diatur di UUPA. Jadi jika ada di UUPA maka harus menggunakan produk hukum ini,” kata Mukhlis Mukhtar.

Ke depan, Mukhlis Mukhtar mengatakan akan mengawal keputusan dan peraturan dua lembaga itu yang menyangkut Aceh.
Gugatan ini dilayangkan karena DPR ACeh taat hukum dan ingin mempertegas kekhususan Aceh di dalam UUPA. Mukhlis berharap semua pihak menghormati kekhususan Aceh ini.

Dengan adanya putusan itu, maka dua pasal di UUPA, yaitu pasal 57 dan pasal 60, tetap berlaku di Aceh. Putusan MK tersebut berdasarkan gugatan dua politikus Aceh dan DPR Aceh meski dilakukan terpisah. Gugatan lain dilayangkan oleh dua komisioner KIP Aceh, Roby Syahputra dan Hendra Fauzi.

Gugatan itu dilayangkan karena dua pasal dalam UU Pemilu, yaitu pasal 557 dan pasal 571, mencabut dua pasal di dalam UUPA tentang panitia pengawas pemilihan.

Komentar

Loading...