PDAM Tirta Meulaboh Tunggak Listrik Rp1, 4 Miliar

PDAM Tirta Meulaboh Tunggak Listrik Rp1, 4 Miliar
Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Meulaboh, Aceh Barat |Foto: Revina Rahayu

KBA.ONE, Aceh Barat - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Meulaboh, Aceh Barat, menunggak listrik kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) setempat mencapai angka Rp 1,4 Miliar.

Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3), PT. PLN Meulaboh, Ediwan, mengatakan tunggakan listrik PDAM Tirta tersebut telah memiliki perjanjian pelunasan hingga bulan April mendatang sebagaimana surat perjanjian pengakuan hutang antara PLN dan PDAM

“Jika sampai batas waktu yang diberikan tidak dilunasi, maka aliran listrik ke PDAM akan kita putuskan,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Menurut Ediwan, tunggakan listrik perusahaan air minum tersebut bervariasi sesuai jumlah identitas pelanggan (Idpel) atau meteran yang dimiliki perusahaan tersebut sebanyak 11 unit.

“Permeternya, ada yang nunggak sampai tujuh bulan lebih dengan total mencapai Rp125 juta,” lanjutnya

Selama ini, lanjutnya, PDAM telah berupaya membayar tunggakan tersebut sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

“Sudah sempat dibayar juga kemarin itu, sekitar Rp80 juta. Di bayarnya sesuai kemampuan,” tambah Ediwan.

Meski tunggakan telah mencapai ambang batas, terhitung Sejak November 2018 untuk penggunaan listrik berjalan mulai rutin dilakukan pembayaran oleh manajemen PDAM.

“Kita dan PDAM sudah berkomitmen untuk pelunasan tunggakan yang lalu. Sementara yang bulan berjalan akan rutin dibayar setiap bulan pada tanggal 20,” ujarnya didampingi Lukman, Manajer Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan.

Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Meulaboh, Hamdani, membenarkan tunggakan tersebut. Ia mengaku, tunggakan yang mencapai angka Rp1,4 miliar telah terjadi sejak tahun 2017 lalu.

“Saya jadi direktur pada November 2018, sebelumnya memang sudah ada tunggakan,” ujarnya saat dihubungi via telepon seluler, Selasa, 8 Januari 2019

Ia menambahkan, selama ini pihaknya telah berupaya melunasi tunggakan tersebut sesuai kemampuan biaya yang dimiliki oleh PDAM itu sendiri.

“Sudah kita bayar itu, ada Rp100 juta ada juga 80 juta, sesuai kemampuan kita,” lanjutnya.

Setiap bulannya, PDAM memiliki anggaran rutin untuk pembayaran listrik sebesar Rp 80-90 juta rupiah. Namun, tunggakan listrik untuk operasional PDAM itu sendiri mencapai Rp130 juta perbulannya.

Untuk batas waktu pelunasannya, sambung Hamdani, sesuai perjanjian PDAM dengan PLN itu padan bulan April mendatang. Jika tidak terlunasi maka arus listrik ke PDAM akan diputuskan.

“Untuk pelunasannya akan ada suntikan dana dari pemerintah daerah. Namun, saat ini masih ada sedikit kendala sehingga dananya belum bisa diberikan,” sambungnya.

Ie berharap, kerjasama dari semua pelanggan PDAM untuk melunasi tunggakan yang selama ini belum dibayar. Agar segala operasional PDAM bisa berjalan seperti biasanya.

Komentar

Loading...