Pembangunan Waduk Tiro Tersandung Penolakan Relokasi Warga

Oleh ,
Pembangunan Waduk Tiro Tersandung Penolakan Relokasi Warga
Waruk Tiro, Kecamatan Tiro Trusep, Pidie |Foto: Marzuki

KBA.ONE, Pidie - Pembangunan waduk Tiro tersandung penolakan penduduk Gampong Blang Rukui, Kemukiman Blang Keudah, Kecamatan Tiro Trusep, Pidie yang enggan direlokasi.

Penolakan warga setempat sangat beralasan karena tanah tempat tinggal mereka merupakan warisan leluhur dan tak mungkin ditinggalkan, termasuk lahan pertanian yang telah memberi kehidupan turun temurun warga setempat.

"Jika direlokasi, kami semua tidak setuju, karena gampong yang kami tempati ini, merupakan warisan dari leluhur dan sudah kami tempati secara turun temurun," ujar Saifullah, penduduk Gampong Blang Rukui, kepada KBA.ONE, Rabu 2019.


Berdasarkan keterangan Saifullah, rencana pemerintah untuk membangun waduk Tiro, sejak 2013 lalu, tapi masyarakat tidak setuju, karena lokasi waduk tepat di Gampong Blang Rukui.

"Pembangunan waduk memang sanagat bagus dan kami setuju. Yang tidak kami setujui, gampong kami direlokasi ke daerah lain," sebutnya.

Seharusnya, ucap Saifullah, pembangunan waduk di lokasi yang lain yang lebih mungkin. Dan tidak di gampong mereka. Meski itu merupakan proyek pemerintah.

"Ada lokasi lain yang lebih tepat agak ke kawasan perbukitan di atas Panton Bunot yang masih dalam Kemukiman Blang Pandak, tidak di Gampng Blang Rukui," ungkapnya.

Proyek waduk Tiro yang digagas sejak 2013 dengan besaran anggaran sekitar Rp1 triliun lebih, merupakan bagian dari proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan proyek strategis nasional (PSN).

Dengan luas areal waduk, lebih kurang 122 hektare dengan jumlah volume  genangan sekitar 41,4 juta meter kubik saat normal dan 52 juta meter kubik saat banjir.

Rencananya waduk Tiro dikerjakan pada tahun 2018. Namun warga Gampong Blang Rukui menolak karena gampong mereka dijadikan waduk. 

Komentar

Loading...