Pemerintah Aceh Setop Penerimaan Tenaga Kontrak, Honor dan Bakti

Pemerintah Aceh Setop Penerimaan Tenaga Kontrak, Honor dan Bakti
Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah. Foto: lintasgayo.co

Pemerintah bakal menyeleksi guru honor, kontrak dan bakti untuk memastikan tenaga pengajar benar-benar layak dan mendapatkan upah yang layak pula.

KBA.ONE, Banda Aceh - Gubernur Aceh Irwandi Yusuf berencana menyeleksi ulang kapasitas para guru di Aceh. Hasil seleksi ini sangat menentukan nasib para guru berstatus honor, kontrak ataupun bakti. Mereka yang tak lolos seleksi; tak layak secara profesional dan kapasitas, akan dipindahkan untuk mengurusi hal administratif.

"Saya perintahkan Kepala Dinas Pendidikan (Aceh) untuk men-skrining (seleksi) ulang (guru). Yang terpakai sebagai guru honor, kontrak maupun bakti hanya mereka yang mampu mengajar dengan baik,” kata Irwandi dalam konferensi pers 100 hari pertama pemerintahannya, Jumat, 13 Oktober 2017.

Seleksi yang sama juga akan dilakukan kepada guru yang berstatus pegawai negeri sipil. Seleksi ini merupakan salah satu kebijakan baru di sektor pendidikan yang diyakini Irwandi mampu meningkatkan mutu pendidikan di Aceh, sebagaimana visi misinya.

Irwandi juga menilai, langkah ini dapat menghemat anggaran dan dialihkan untuk meningkatkan kesejahteraan guru kontrak, honor maupun bakti di Aceh.

"(Jumlahnya) sudah terlalu banyak. Idealnya 1 banding 14, 1 guru mengajar 14 murid tapi saat ini 1 banding 9. Jadi akan ada pengurangan sehingga jumlahnya ideal atau ditambah 5 atau 10 persen," kata Irwandi.

Dengan kebijakan ini, guru yang layak mengajar akan menerima tambahan penghasilan, sama seperti yang diterima oleh pegawai kontrak, honor maupun di Satuan Kerja Perangkat Aceh, yakni sebesar Rp 2,5 juta per bulan. Irwandi juga memerintahkan seluruh kepala dinas dan badan untuk tidak lagi menerima pegawai kontrak atau bakti.

Untuk mengatasi pengangguran di Aceh, kata Irwandi, pemerintah harusnya menciptakan lapangan kerja di sektor lain. Tidak bisa semuanya ditampung di pemerintahan.

Kontributor Banda Aceh Rifqi K

Komentar

Loading...