Pemilik Tiga Rumah Terbakar di Aceh Jaya Ancam Tuntut PLN

Pemilik Tiga Rumah Terbakar di Aceh Jaya Ancam Tuntut PLN
Tiga rumah yang terbakar di Aceh Jaya

KBA.ONE, Aceh Jaya - Tiga rumah semipermanen di Dusun Kuala Merisi, Desa Keutapang, Krueng Sabee, Aceh Jaya, musnah dilalap si jago merah pukul 14.30 WIB, Minggu, 2 Desember 2018. Kebakaran dipicu percikan api dari meteran listrik rumah milik Musliadi yang disewakan kepada tiga anggota Polri bertugas di Polres Aceh Jaya, Aditya Rahman, Andi Yusra, dan M Tufilla.

Awalnya Musliadi mengetahui kebakaran dari Mak Dah, warga yang melihat percikan dari meteran di salah satu rumah yang disewakan itu. Lalu Musliadi berlari menuju lokasi rumah terbakar. Dia melihat tiga unit rumahnya yang disewakan itu sudah dilalap si jago merah.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung beramai-ramai membantu korban untuk melakukan pemadaman. Lalu, sekira pukul 14.40 WIB, satu unit branwir Pemkab Aceh Jaya tiba di lokasi kebakaran untuk memadamkan.

Api dipadamkan sekira pukul 15.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun, kerugian diperkirakan mencapai Rp200 juta. Beberapa benda yang ikut terbakar adalah satu sepeda motor Beat dan satu sepeda motor Verza milik inventaris Polres Aceh Jaya.

Informasi dari Polres Aceh Jaya, kebakaran disebabkan korslet arus listrik pada meteran rumah. Sesuai keterangan Musliadi kepada polisi, sebelumnya ia pernah melaporkan kepada PLN Aceh Jaya soal gangguan pada meteran rumahnya.

Namun, keterangan Musliadi, PLN tidak menanggapi dan tidak ada upaya memperbaiki meteran. Akibat kebakaran itu, Musliadi merasa keberatan. Tidak tertutup kemungkinan ia akan menempuh jalur hukum terkait kerugian yang dialaminya.

Manajer Unit Layanan PLN Calang Bian Wahyudi menyebutkan pasal laporan yang akan dilayangkan kepada pihaknya, hak dari Musliadi. "Dari kami bisa menjelaskan, batas PLN-nya dari tiang hingga meteran, dan kami juga turut berduka dengan kejadian itu," ujar Bian Wahyudi lewat telepon seluler, Minggu malam, 2 Desember 2018.

Menurutnya, kalau meteran yang mempunyai pengaman tidak akan bermasalah. "Bila ada korslet pasti langsung balik. Kemarin memang pernah ada laporan, informasinya, instalasi bangunannya yang terlalu kecil," ujar Bian.

"Dia pakai [kabel] serabut sehingga tidak cukup untuk bebannya. Wewenang PLN itu, dari tiang hingga sebatas meteran. Selepas meteran itu tanggung jawab pelanggan," tambahnya.

Kecuali, kata dia, mungkin ada yang disalah gunakan. "Apa MCB (Miniature Circuit Breakers--pemutus sirkuit)-nya disambung langsung. Sedangkan untuk pasang awal kita kan jelas, semua lengkap, ada MCB-nya, ada pengamannya semua. Setelah itu kan kita tidak tahu, mungkin bisa saja disambung langsung, atau dibuka, atau di-shoot, ya ga tau kita."

Sebelumnya, kata Bian, pernah ada laporan terkait kabel serabut di dalam rumah itu. "Sudah diperbaiki dan diganti pengamannya yang sebelumnya tidak standar."

Kepada petugas lapangan, kata Bian, PLN selalu mewanti-wanti agar kabel-kabel kecil diganti. "Jadi sekarang kejadian, kalau mereka menuntut, kita punya saksi dan bukti-bukti bahwa kita sudah melakukan perbaikan. Bukan saat ada percikan api kita tidak pernah melakukan apapun."

Komentar

Loading...