Pemukiman Kumuh Mewarnai Bantaran Krung Baro yang Membelah Kota Sigli

Oleh ,
Pemukiman Kumuh Mewarnai Bantaran Krung Baro yang Membelah Kota Sigli
Terlihat pemukiman Bantaran Krung Baro, Sigli | Foto: Marzuki

KBA.ONE, Pidie - Kawasan pemukiman di sepanjang bantaran Krueng (sungai) Baro yang membelah Kota Sigli, Pidie, semakin tidak teratur dan kumuh, perlu adanya sentuhan dari pemerintah.

Maimun, warga Kota Sigli, kepada KBA.ONE, Selasa 6 Agustus 2019 mengaku dirinya tak sanggup melihat kondisi sejumlah pemukiman di sepanjang bantaran sungai yang tidak tertata dan dihimpit bangunan kumuh.

"Bagaimana kita mau katakan kepada orang di luar Pidie jika Krueng Baro yang mambelah Kota Sigli itu Indah," katanya.

Caba lihat, ujarnya, selain banyaknya sampah yang bertebaran di pinggiran sunga, pemukiman kumuh juga memperburuk kondisi bantaran sungai.

Sepengehuannya, pemerintah pusat setiap tahun menggelontorkan dana trliunan rupiah untuk melakukan revitalisasi bantaran sungai melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kenyataannya bantaran Krueng Baro yang membelah Kota Sigli, hingga kini masih seperti 30 tahun lalu.

"Sudah tiga dekade lebih kondisi bantaran Krueng Baro, yang mengairi Kota Sigli, tak tersentuh pembangunan dan diperburuk oleh kumuhnya kondisi pemukiman di bantaran," ungkapnya.

Hal serupa disampaikan Syarbaini, pedagang di pasar tradisional Kota Sigli. Katanya, bahwa kumuh dan kotor yang menghiasi kawasan sungai atau Krueng Baro kota Sigli terkesan dibiarkan saja oleh Pemerintah Pidie, bahkan ada yang menikmati suasana kumuh itu sendiri.

Syarbaini mengakui sudah membuka usaha 20 tahun di pasar tradisional Kota Sigli kawasan pasar bantaran sungai. Dia mengatakan kondisi pasar yang kumuh dan jorok sudah menjadi pemandangan biasa padahal dia dan rekan - rekan pedagang lainnya selalu membayar pajak.

"Saya berharap kepada pemerintah, tolonglah dibangun bantaran sungai Krung Baro yang mengairi Kota Sigli dengan indah bersih dan nyaman. Pemerintah harus turun meninjau langsung kawasan kumuh itu," katanya.***

Komentar

Loading...