Perindo Minta Kader Mundur Berpolitik Santun

Perindo Minta Kader Mundur Berpolitik Santun
Ketua Perindo Aceh Hamdani Hamid

KBA.ONE, Banda Aceh - Ketua Partai Perindo Aceh Hamdani Hamid meminta pengurus dan kader yang mundur dari partai besutan Hari Tanoesoedibjo tersebut mengunakan cara-cara yang santun dalam berpolitik. Pernyataan disampaikan Hamid menyusul mundurnya pengurus dan kader Perindo di sejumlah Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD).

"Sebahagian besar mundur tanpa proses mekanisme sebagaimana AD/ART Partai, tapi tiba-tiba buat status di media sosial sudah mundur," kata Hamdani, Minggu 15 April 2018.

Menurut Hamdani, beberapa pihak yang mundur bahkan tidak dapat dikatakan kader atau pengurus partai tersebut karena tidak memiliki legalitas. Mereka tidak pernah terdaftar dalam struktur, namun telah merasa menjadi bagian dari partai Perindo hanya karena sering bertandang.

"Terkadang aneh, tapi mungkin begitulah cara mereka berpolitik. Bagaimana mau dikatakan kader terdaftar saja tidak di sebagai pengurus ataupun kader. Hanya karena sering main ke kantor saja, lalu mengklaim diri sebagai pengurus. Ada beberapa seperti itu tapi ada juga yanga memang sudah sah sebagai pengurus dan kader," kata Hamid tanpa menyebut jumlah dan kadernya yang mundur.

Hamid mengatakan perpindahan suatu kader atau pengurus dari satu partai ke partai lainnya merupakan hal yang wajar dalam perpolitikan. Namun hendaknya dilakukan dengan cara-cara yang bijak.

"Tidak ada musuh yang abadi dalam politik tapi hanya kepentingan yang abadi. Jika cara-cara yang dilakukan tidak sehat seperti membuat status menjelek-jelekkan suata partai ini tentu akan menyulitkan politisi tersebut. Tapi ini juga menunjukkan kedewasaan seseorang dalam berpolitik," kata Hamid.

Hamid menilai, kemapanan Hari Tanoesoedibjo selaku Ketua Umum Perindo membuat mereka salah persepsi tentang partai tersebut."Saya lihat orientasi sejak awal sudah salah, mereka bergabung untuk memperoleh penghasilan, karena ini partai Hary Tanoe, yang menurut mereka partai orang kaya sehingga memperoleh gaji. Tapi saat faktanya berbeda akhirnya tidak sanggup dan mundur," ungkap Hamdani.

Hamid menduga aksi tersebut juga upaya terselubung yang dilakukan oleh beberapa oknum pengurus atau kader yang bergabung untuk misi-misi pembusukan. Apalagi kata Hamid, kader yang bergabung ke Perindo selama ini juga kader dan pengurus dari sejumlah partai politik.

“Sejak awal sudah kita deteksi misalnya dari komunikasi politik di internal partai. Ada oknum kader yang membuat foto saat saat Hary sedang di Israel kemudian dibandingkan dengan saat Hari berada di pondok pasantren. inikan seharusnya tidak dilakukan kader partai, tapi justru di Share di medsos,” ungkap Hamdani.

Namun demikian kata Hamid, pihaknya tidak merasa dirugikan dengan pengunduran, justru diuntungkan karena tidak lagi dibebani persoalan finansial kader. Perindo kata Hamid, sangat menghormati keputusan yang diambil seluruh kader dan pengurusnya.

"Tentunnya ini menjadi bahan koreksi bagi saya agar kedepan lebih selektif dan mengevaluasi seluruh kader. Menanyakan keseriusan karena kami tidak mungkin memaksakan kehendak berpolitik seseorang," ungkap Hamid.

Komentar

Loading...