Pidie Masih Gunakan Data BDT KPM-PKH Tahun 2015

Oleh ,
Pidie Masih Gunakan Data BDT KPM-PKH Tahun 2015
Ilustrasi

KBA.ONE, Pidie - Kabupaten Pidie belum melakukan verifikasi dan pemutakhiran data Keluarga Penerima Manfaat atau KPM dan Program Keluarga Harapan atau PKH. Hingga kini Dinas Sosil Pidie masih menggunakan Basis Data Terpadu atau BDT tahun 2015, karena alasan tidak tersediannya anggaran.

“Tidak ada anggaran untuk itu tahun ini. Sebenarnya yang menjadi jantung di Dinas Sosial adalah Sistem Layanan Rujukan Terpadu atau SLRT. Ini adalah bank data,” kata Sekretaris Dinas Sosial Pidie, Muhammad Harris, Senin 7 Mei 2018.

Harris menyebutkan, jumlah kuota KPM Pidie tahun 2018 mencapai 41.142 dengan pagu anggaran Rp 73.2 Milyar. Adapun jumlah KPM bansos PKH tahap I tahun 2018 yang sudah tersalur sebanyak 38.779, merujuk dari PBDT tahun 2015. Sementara data Badan Pusat Statistik atau BPS Pidie jumlah layak penerima manfaat 50.139 kepala keluarga.

Kepala BPS Aceh Wahyudin mengatakan, seharusnya Pemerintah Kabupaten/Kota melakukan pemuktakhiran mandiri perenam bulan untuk meminimalisir inclusion dan exclusion error atau kesalahan inklusi dan eksklusi.

“Basis Data Terpadu atau BDT yang dirilis pada 2015 tentu ada perubahan ditahun 2018 ini. Nah untuk itu setiap enam bulan pemerintah kabupaten/kota perlu mengupdate data. BPS hanya memberikan data awal dan mekanisme pemutakhiran mandiri,” katanya

Untuk PKH sendiri, yang disalurkan tahap pertama sebesar Rp500 ribu dari total dana yang diberikan sebesar Rp1.890.000 per keluarga.

Komentar

Loading...