PLN Diingatkan Tak Lakukan Pemadaman Selama Ramadan

PLN Diingatkan Tak Lakukan Pemadaman Selama Ramadan
Unsur forkipimda Banda Aceh saat menggelar pertemuan di Pendopo Wali Kota, Selasa 15 Mei 2018. Foto Humas Pemko Banda Aceh.

KBA.ONE, Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman mengingatkan PT PLN (Persero) untuk tidak melakukan pemadaman listrik di Banda Aceh selama bulan suci Ramadhan. Pasokan listrik yang normal dinilai sangat dibutuhkan warga untuk berbagai aktivitas yang relatif meningkat selama Ramadan.

“Saya minta tidak ada pemadaman listrik selama Ramadhan agar warga dapat menjalankan ibadah dengan nyaman,” kata Aminullah Usman, saat menggelar rapat bersama unsur Forkopimda di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Selasa, 15 Mei 2018.

Rapat yang digelar untuk mengetahui kesiapan berbagai pihak dalam menyabut ramadan tersebut turut dihadiri perwakilan PLN serta Bulog, PDAM dan Damkar.

Sementara itu pihak PLN yang wakili Suvervisor Operasi, Reza Restianda yang diminta penjelasan terkait kebutuhan listrik terutama saat beban puncak mengatakan, arus listrik untuk kebutuhan Banda Aceh seluruhnya mencapai 105 Megawatt. Dari jumlah tersebut, 15 Megawatt kata Reza dipasok dari pembangkit di Kawasan Lueng Bata, adapun sisannya dipasok dari Medan, Sumatera Utara.

“Untuk kebutuhan Banda Aceh bisa dikatakan surplus kalau pembangkit di Sumatera Utara tidak ada gangguan. Banda Aceh hanya butuh 105 MW sedang pasokan dari Sumut lebih. Kita surplus 50 MW,” ujar Reza. "PLN siap memberi pelayanan terbaik kepada warga Banda Aceh selama bulan Ramadhan asal tidak terjadi gangguan pembangkit di Sumatera Utara." tambah Reza.

Selain mengingatkan PLN, Aminullah juga meminta Bulog melakukan operasi pasar murah minimal per 10 hari selama bulan Ramadhan, agar sembako tidak mengalami kenaikan.
Pemko Banda Aceh kata Aminullah meminta Bulog berkordinasi dengan Desperindag terkait waktu menggelar pasar murah.

“Jika perlu kita gelar sekali dalam 10 hari, agar tidak terjadi kenaikan sembako," kata Aminullah.

Pantau KBA, secara umum baik Bulog, PLN maupun PDAM menyatakan kesiapannya menghadapi Ramadan. Dalam pertemuan perwakilan Bulog, juga memastikan stok beras untuk Banda Aceh mencukupi untuk kebutuhan tujuh bulan kedepan dengan stok yang tersedia mencapai 3.600 ton. Kondisi tersebut ada pada stok gula dengan jumlah stok 89 ton dan minyak goreng sebanyak 11.000 liter serta terigu dengan jumlah stok 2 ton.

Senada disampaikan Dirut PDAM Banda Aceh T Novizal Aiyub. PDAM kata T Novizal telah melakukan sejumlah persiapan untuk memastikan distribusi air kepada warga lancar selama ramadan. Selain pembersihan instalasi, PDAM kata Novizal juga akan menyediakan armada untuk mensupport air bersih ke sejumlah masjid.

“Kita sangat tergantung pada PLN, karena jika listrik padam, generator kita tidak mampu mendorong air maksimal untuk itu kita berharap PLN tidak melakukan pemadaman,” ungkap T Novizal Aiyub.

Dalam pertemuan Aminullah juga meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran. Hal itu sesuai pengalaman di tahun 2017, dimana dari 74 kasus kebakaran, 30 persen diantarannya terjadi saat bulan Ramadan.

Komentar

Loading...