Plt Gubernur Aceh Salat Idul Adha Bersama Ribuan Warga Banda Aceh

Plt Gubernur Aceh Salat Idul Adha Bersama Ribuan Warga Banda Aceh
Nova Iriansyah melaksanakan salat Idul Adha bersama ribuan warga di Masjid Baiturrahman Banda Aceh. | Foto: Ist.

 KBA.ONE, Banda Aceh - Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, melaksanakan Salat Hari Raya Idul Adha bersama ribuan masyarakat, di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Minggu 11 Agustus 2019. Selain Nova Iriansyah, juga terlihat Wali Nanggroe Malik Mahmud, Ketua DPR Aceh Sulaiman dan beberapa pejabat Forkopimda lainnya. 

Nova mengatakan Hari Raya Idul Adha merupakan momentum saling memaafkan dan melakukan kewajiban sebagaimana tuntunan. "Bagi kita pemerintah hikmah yang paling besar adalah menjalankan kewajiban sebagaimana yang telah diperintahkan," kata Nova mengomentari hikmah dari Hari Raya Idul Adha. 

Usai salat dan khotbah Idul Adha, Nova Iriansyah menyerahkan sapi qurban untuk disembelih di halaman  Masjid Raya Baiturrahman. 

Badan Pelaksana Hari Besar (BPHBI) Aceh menerima laporan bahwa ada 21 ekor sapi serta 9 ekor kambing yang dipotong sebagai hewan kurban di Masjid Raya Baiturrahman. Data itu di antaranya merupakan hewan qurban serahan Plt Gubernur, Ketua DPR Aceh, Kapolda Aceh dan beberapa SKPA Pemerintah Aceh. 

Keteladanan Pemimpin dalam Islam

Khotbah Hari Raya Idul Adha di Masjid Raya Baiturrahman disampaikan oleh Ustaz H. Masrul Aidi, LC, pimpinan Pondok Pesantren Babul Maghfirah Cot Keueng Aceh Besar. Dalam khotbahnya, putra dari Abu Madinah itu menyampaikan pentingnya masyarakat untuk meneladani pemimpin. Ia menyebutkan pemimpin adalah orang pilihan yang tentunya terpilih atas ketentuan Allah. 

"Rasulullah telah memberi perintah kepada umat untuk mengikuti pemimpin, meski pun itu dari kalangan budak," kata Ustaz Masrul Aidi. 

Masrul Aidi menyebutkan, Rasullulah adalah sebaik-baiknya contoh dari pemerintah. Karena itu ia berpesan agar pemimpin di Aceh memberikan perintah secara amanah dan menahan diri dari sikap serakah. "Rakyat mengikuti keteladanan Anda. Jika Anda serakah maka rakyat Anda akan lebih serakah dari Anda." 

Secara khusus, Masrul Aidi memberikan apresiasi kepada pemerintah Aceh. Di mana, Plt Gubernur mengeluarkan Keputusan Gubernur yang memberikan jatah di hari cuti libur bagi pegawai di Aceh. Padahal di daerah lain tidak ada cuti libur usai lebaran Idul Adha. 

"Harapan kita bersama agar di tahun depan diliburkan sampai hari tasyrik (4 hari)," kata Ustadz Masrul Aidi. "Umat islam di Aceh sangat mengapresiasi itu. Tidak ada satu komponen masyarakat yang menggugat ketika ditambah libur Idul Adha. Semoga ke depan jadi qanun bukan lagi Kepgub."

Masrul mengatakan, apa yang dilakukan Plt Gubernur merupakan keistimewaan Aceh sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam. Dalam Islam, hari tasyrik merupakan hari di mana umat Islam berlebaran, menebarkan kebahagiaan dan diharamkan berpuasa. Dalam 4 hari itu bahkan diperintahkan bagi yang mampu untuk berkurban selama 4 hari berturut-turut sehingga orang fakir miskin juga menikmati syafaat dari qurban yang diberikan. 

"Latih diri kita bahwa qurban bukan menunjukkan karena kita mampu tapi lebih kepada kita taqwa," kata Masrul.

Yang sampai kepada Allah, kata Masrul, bukanlah daging qurban melainkan motivasi taqwa yang merelakan seseorang untuk berqurban. "Allah hanya akan menerima qurban yang hatinya dimotivasi dengan taqwa," katanya. *** 

 
 

Komentar

Loading...