Polisi di Aceh Barat Sita Truk Bermuatan Kayu Ilegal

Polisi di Aceh Barat Sita Truk Bermuatan Kayu Ilegal
Kapolres Aceh Barat AKBP Bobby Aria Prakasa, SIK didampingi Kasat Reskrim dan jajarannya, saat memperlihatkan barang bukti kayu yang diamankan | KBA.ONE/Revina Rahayu

KBA.ONE, Aceh Barat - Satuan Reserse Kriminal atau Satreskrim Kepolisian Resor Aceh Barat menyita dua truk bermuatan kayu diduga hasil pembalakan liar. Truk itu disita di Desa Paya Baro, Kecamatan Panton Reu, Jumat pekan lalu, 2 November 2018 sekira pukul 17.00 WIB.

Kepala Polres Aceh Barat AKBP Bobby Aria Prakasa, SIK, Kamis 8 November 2018, mengatakan kedua truk yang ditangkap itu bernomor polisi BL 8220 EZ dan BL 8772 EB. Kedua truk bermerek Colt Diesel warna kuning tersebut memuat 22 potong kayu balok tem jenis sembarang dengan volumen delapan kubik. “Saat penangkapan kami mengamankan dua supir yakni WC, 29 tahun, warga Desa Peumatang, Kecamatan Meureubo dan HM, 47 tahun, warga Desa Leuhan, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat,” ujarnya.

Dari pengakuan WC, kata Bobby, kayu tersebut dibeli dari MS, 25 tahun, warga Desa Lancong, Kecamatan Sungai Mas, Aceh Barat. Menindaklanjuti keterangan tersebut, polisi pada Sabtu, 3 November 2018 menangkap MS di Desa Sarah Peureulak, kecamatan yang sama. “Dari pengakuan MS, kayu tersebut ditebang di hutan Gunung Alu Tabluk, sekitar dua jam perjalanan perjalanan dari Desa Lancong,” ungkap Bobby.

Selain truk, polisi juga menyita barang bukti lain yaitu satu mesin senso pemotong kayu bermerek Motoyama. Selanjutnya, kata Bobby, polisi akan berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan Aceh Barat untuk mengecek lahan tempat kayu ditebang.

Akibat perbuatannya tersebut, WC dan HM disangkakan dengan Pasal 12 huruf e Jo Pasal 83 ayat 1 huruf b, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Ancaman hukuman berupa penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp2,5 miliar. Sementara MS, kata Bobby, dikenakan pasal 12 huruf b Jo Pasal 82 ayat 1 huruf b dari undang-undang yang sama. Ancaman hukumannya juga sama dengan WC dan HM.

Komentar

Loading...