Protes Penutupan Al Aqsa Masih Berlanjut

Protes Penutupan Al Aqsa Masih Berlanjut
Polisi Israel menghalangi warga Palestina melewati gerbang Al Rahma Masjid Al Aqsa | Foto: ACTNews

KBA.ONE, Yerussalem – Protes dari warga Palestina atas penutupan gerbang Al Rahma Masjid Al Aqsa masih berlanjut hinggat Jumat 22 Februari 2019. Quds News Network melaporkan sejumlah warga berunjuk rasa di dalam kompleks Al Aqsa, Kamis 21 Februari 2019 malam, sebagaimana video yang mereka unggah di akun Twitter resmi Quds News Network. Di sisi lain Masjid Al Aqsa, sejumlah warga juga melaksanakan salat Isya berjamaah di depan pintu al Rahma yang ditutup.

Penutupan gerbang Al Aqsa berarti membuka luka lama orang-orang Palestina di Yerusalem. Middle East Eye melaporkan dalam artikel berjudul “Closed Al-Aqsa gate reopens old Palestinian wounds in Jerusalem”, kemelut penutupan gerbang Al Rahma di Masjid Al Aqsa membuka kembali perselisihan panjang Israel-Palestina terkait situs agama.

"Israel berupaya menjadikan gerbang Al Rahma sebagai daerah yang ditinggalkan dengan tujuan untuk memfasilitasi proses aneksasi," kata Menteri Urusan Yerusalem Adnan al-Husseini mengatakan pada konferensi pers di kota Ramallah, Tepi Barat.

Provokasi Israel itu terjadi ketika organisasi ofisial Wakaf Palestina yang bertanggung jawab atas situs Al Aqsa  membuka gerbang Al Rahma ke kompleks Masjid Al Aqsa pada 14 Februari. Mereka juga melaksanakan salat di daerah tersebut.

Polisi Israel merespons hal tersebut dan menyegel gerbang Al Rahma dengan rantai pada Minggu 17 Februari 2019. Para jemaah dan aktivis Palestina bereaksi dengan memutus rantai yang baru ditempatkan dan mengorganisir salat berjamaah di luar gerbang sebagai bentuk protes.

Majid Al Aqsa | Foto: ACTNews

Dalam konfrontasi yang terjadi sejak Senin 19 Februari 2019 itu, pasukan Israel menyerang beberapa orang di tempat kejadian dan menangkap setidaknya 19 orang. Sebagian besar orang yang ditahan akhirnya dibebaskan dengan larangan kembali ke Al Aqsa selama setidaknya dua bulan.

Kantor Berita Otoritas Palestina (Palestina News Agency/WAFA) memberitakan, Penjabat Hakim Agung Yerusalem Sheikh Wasef al-Bakri menyampaikan, polisi Israel melepas kunci dan rantai yang mereka letakkan di gerbang logam yang mengarah ke gerbang al Rahma, di dinding timur Kota Yerusalem. Mereka membebaskan semua warga Palestina yang ditahan.

Dia menegaskan bahwa gerbang al Rahma adalah bagian integral dari kompleks Masjid Al Aqsa yang akan tetap berada di bawah kedaulatan otoritas Wakaf Yordania dan hak asuh Abdullah (Raja Yordania).

Untuk kesekian kalinya ketegangan di Palestina kembali mencuat. Negara itu juga masih dirundung krisis kemanusiaan. Konflik berkepanjangan membuat kehidupan masyarakat Palestina kolaps. Konflik menyababkan wilayah tersebut darurat listrik, air bersih, dan bahan bakar. 

Komentar

Loading...