Di Era Milenial, PT. Telkomsel Grapari Aceh Masih Bekerja Manual

Di Era Milenial, PT. Telkomsel Grapari Aceh Masih Bekerja Manual
Kantor Grapari Aceh|Foto: Ist

KBA.ONE, Banda Aceh - Sekitar pukul 15.00 WIB, Kamis,14 Maret 2019, wanita separuh baya dengan mimik wajah cemas dan kebingungan mencoba melaporkan musibah kehilangan smart phone miliknya akibat di jambret di kawasan Ulee Kareng, Banda Aceh, kepada petugas layanan PT.Telkomsel kantor GraPARI Banda Aceh. Tapi, petugas layanan telkomsel menolak menerima pengaduan gara-gara yang bersangkutan tidak membawa kartu tanda penduduk (KTP) asli.

"Maaf ibu, kami tidak dapat melayani karena ibu tidak bawa KTP asli," kata Amel, petugas layanan Telkomsel dengan gaya tegas kepada pelanggan.

Wanita itu adalah Wahyuni, 50 tahun, warga Ulee Kareng. Yuni menjelaskan semua identitas dirinya seperti KTP, kartu BPJS dan ATM hilang ikut dijambret di kawasan Illy, Ulee Kareng, Banda Aceh. "Peristiwa itu sudah saya laporkan ke Polsek Ulee Kareng," kata Wahyuni kepada wartawan KBA.ONE, di ruang tunggu Telkomsel kantor GraPARI, di kawasan Kuta Alam, Banda Aceh.

Wahyuni ke GraPARI bermaksud ingin mengamankan data selurer dan beberapa data penting termasuk nomor rekening bank yang biasa digunakan secara online melalui smart phone miliknya yang hilang. Wahyuni berkeinginan mengambil kembali nomor handphone produk Telkomsel yang telah hilang.

"Sudah saya katakan KTP saya sudah hilang, jika ditunda saya khawatir dimanfaatkan nomor saya untuk akses internet. Soalnya,  datanya ada di smart phone itu. Anehnya, mengapa petugas masih berkeras KTP asli padahal sekarang kan sudah e-ktp, bisa dibuka dimana saja untuk mengecek keaslian ktp nya, kan gak repot lagi," ujar Wahyuni dengan nada kecewa.

Meski berulang memberi penjelasan, petugas Telkomsel tetap dengan prosedur manual harus ada KTP asli untuk memproses layanan konsumen, " itu memang prosedur kami. Jika sudah ada KTP, ibu bisa kembali untuk mengurusnya," kata Amel, petugas GraPARI Telkomsel Aceh.

"Peristiwa amatiran itu sangat aneh. Sebab, PT.Telkomsel adalah sebuah perusahaan besar di indonesia termasuk di Asia, penggunaan perangkat canggih di zaman milenia ini ada di Telkomsel, namun untuk mengecek data pelanggan masih secara manual? Ini aneh," kata Jalaluddin, SH, pengamat sosial dan konsumen di Aceh.

Fahmiwati, Katua Yayasan Perlindungan Konsumen Aceh (Yapka), kepada KBA.ONE, melalui pesan whatsapp mengatakan, semestinya Telkomsel harus lebih profesional dalam pelayanan, sehingga konsumen dapat terlayani dengan cepat.

Namun, ketika KBA.ONE, melakukan cross chek ke kantor GraPARI Banda Aceh, petugas jaga menjelaskan bahwa pimpinan dan beberapa orang staf sedang berada di Jakarta. ***

Komentar

Loading...