Rambutan, Si Manis Yang Baik untuk Kesehatan Ginjal

Rambutan, Si Manis Yang Baik untuk Kesehatan Ginjal
Memanen rambutan di Mila, Pidie. Foto: KBA/Rahmadana Jalaluddin.

Dengan kandungan gizi fosfor, rambutan berfungsi sebagai pembersih atau menghilangkan limbah yang tidak sesuai dengan ginjal dan memperbaiki ginjal itu sendiri.

KBA.ONE, Pidie - Hijau daun di pohon rambutan yang berjajar di sepanjang jalan di kawasan Lala, Pidie, mulai tertutupi merah. Buah rambutan yang dulu hijau, kini berubah merah. Tanda siap untuk dipanen.

Kemukiman Lala dikenal dengan penghasil rambutan terbanyak di daerah Pidie. Selain tempatnya indah, di sepanjang jalan menuju ke kebun, terhampar pemandangan hijau alami yang menyejukkan mata.

Salah satu pemilik kebun rambutan di Babah Juroeng Mila, di kemukiman Lala, Abdul Latif, mengatakan daerah ini adalah salah satu tempat produksi rambutan yang terbesar di Pidie.

“Di sini biasa ditanam dua jenis rambutan, nona dan belerang,” kata Abdul Latif kepada KBA, Ahad, 7 Januari 2018.

Meski sama-sama berambut, keduanya meninggalkan rasa berbeda di lidah. Rambutan jenis belerang banyak disukai karena rasanya manis. Terutama saat buah sudah “masak di pokok”.

Sementara rambutan nona memiliki sedikit rasa asam. Buahnya juga lebih kecil dibandingkan dengan rambutan jenis lain. Buah ini juga sulit dimakan utuh dagingnya karena kulit di biji lebih lengket. Berbeda dengan jenis belerang.

Rambutan nona di Mila, Pidie. Foto: KBA/Rahmadana Jalaluddin.

Buah yang satu ini tak hanya unik. Buah ini juga memiliki beragam khasiat. Seperti dihimpun dari berbagai literatur kesehatan, rambutan dapat membantu menjaga kesehatan ginjal.

Dengan kandungan gizi fosfor, rambutan berfungsi sebagai pembersih atau menghilangkan limbah yang tidak sesuai dengan ginjal dan memperbaiki ginjal itu sendiri.

Buah ini juga dapat mengobati diabetes. Karena rambutan mengandung antioksidan kuat yang disebut dengan flavonoid untuk mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh. Rambutan juga berkhasiat untuk mengurangi tekanan darah tinggi dan baik untuk diet, sama seperti durian.

Di ladang seluas lima hektare, Abdul Latif menanaminya dengan durian dan duku tapi tak sebanyak rambutan. Abdul Latif memilih menanam rambutan karena perawatannya lebih mudah. Bahkan dari hasil panen rambutan, Abdul Latif memperoleh keuntungan sebesar Rp 100 juta per tahun.

“Dalam setahun bisa dua kali panen, bulan satu dan bulan 12,” kata Abdul Latif.

Komoditas ini berkontribusi besar dalam peningkatan ekonomi keluarga Abdul Latif dan warga di Lala. Selama musim panen, kebunnya selalu didatangi oleh masyarakat yang tinggal di sekitar Pidie dan Banda Aceh.

Abdul Latif berharap Lala dapat berkembang menjadi salah satu kawasan agrowisata rambutan seperti daerah lain di Indonesia. Jika ini tercapai maka membawa berkah bagi masyarakat Lala.

Kontributor Rahmadana Jamaluddin

Komentar

Loading...