Ratusan Burung Ramaikan Kontes Berkicau

Ratusan Burung Ramaikan Kontes Berkicau
Peserta mempersiapkan burung dikontes Burung Berkicau di Lapangan Tugu Darussalam Banda Aceh, Ahad 11 februari 2018. Foto: Nurnisa

"Kedepan sasarannya bagaimana seluruh kicau mania di Aceh agar tak lagi mengambil burung di hutan tapi burung hasil penangkaran untuk diperlombaan,"

KBA.ONE, Banda Aceh – Berbagai jenis burung diikutsertakan dalam kontes burung berkicau di lapangan Tugu, Darussalam, Banda Aceh. Selain ajang silaturahmi, kegiatan ini diharap mengubah kebiasaan memburu burung hutan untuk diikutkan sebagai burung kontes ke burung hasil penangkaran. 

“Kedepan sasarannya bagaimana seluruh kicau mania di Aceh agar tak lagi mengambil burung di hutan tapi burung hasil penangkaran untuk diperlombaan," kata drh Diki Hariadi pelaksana kegiatan disela kontes di lapangan Tugu, Darussalam, Banda Aceh, Ahad 11 februari 2018.

Diki mengatakan kegiatan tersebut merupakan reuni bagi para pecinta burung di Aceh, yang turut diisi diskusi ilmiah antar mahasiswa dan dokter hewan. Kegiatan dimaksud merupakan final rangkaian kegiatan perlombaan kontes burung berkicau sudah di laksanakan dibeberapa tempat.

“Yang diperlombakan bukan burung yang dilindungi, karena kita sudah banyak membuat penangkaran agar populasi burung di hutan selamat. Saat ini kita telah mendirikan asosisasi Pelestari Burung Inodenisa (PBI), yang mengayomi pecinta burung dan penangkar burung di seluruh indonesia," kata Diki

Di Aceh, kata Diki, ada 3 penangkaran burung yang masih bersifat home industri. Dukungan dari instansi terkait diharap mampu menambah jumlahnya mengingat besarnya potensi alam dan pecinta burung di Aceh.

"Kita berharap ada kebijakan Dinas Sumber Daya Alam, Dinas Peternakan untuk mengajak komunitas pecinta burung kicau membuat penangkaran karena di rumah saja bisa di ternakan. Burung-burung kontes terbaik sebahagian besar merupakan burung asal Aceh seperti jenis Kacer dan Murai tapi banyak yang dibawa keluar," kata Diki.

Dukungan pihak ketiga untuk mensponsori kegiatan tersebut juga sangat diharapkan agar kontes burung berkicau juga dapat dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota di Aceh. Hal ini juga sebagai ajang menambah jumlah peminat penangkar burung sehingga kedepan tidak ada lagi burung yang berasal dari hutan yang diikutkan dalam perlombaan.

"Untuk kegiatan ini kami disponsori Gold Coint sehingga kegiatan lomba kicau burung seri ke tujuh ini bisa berpindah ke Aceh. Untuk jenis burung yang diperlombakan masih terbatas seperti Kacer dan Murai Batu, sedangkan burung impor seperti Blaken, Kenari dan Mozambik yang digabung dalam satu kelas campur," kata Diki.

Komentar

Loading...