Rekayasa Jalan Kota Kuala Simpang Sengsarakan Pedagang

Rekayasa Jalan Kota Kuala Simpang Sengsarakan Pedagang
Puluhan pedangang di Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang, menggelar aksi Unjuk Rasa di Kantor Bupat dan Gedung DPRK setempat | Foto: Trisno

KBA.ONE, Aceh Tamiang -  Akibat program rekasaya jalan lalu lintas (lalin) yang dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) Aceh Tamiang, di Pusat Kota Kualasimpang, ternyata berdampak pada para Pedagang di Pusat Kota tersebut, akhirnya membuahkan aksi unjuk rasa di Kantor Bupati dan Gedung DPRK setempat, sekira pukul 11.00 WIB, Rabu, 7 Agustus 2019. 

Puluhan pedagang kaki lima yang berjualan di seputaran A.Yani dan Jalan Cut Nyak Dhien Kota Kualasimpang, itu memprotes kebijakan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik Kota karena telah menimbulkan dampak negatif yang cukup mensengsarakan para pedagang.

Pengunjuk rasa juga membawa sejumlah sepanduk tuntutan, antara lain bertuliskan, "Pak Bupati Jangan Tidur, Lihatlah Rakyat yang Kecil di Bawah". Kemudian, "Kami Dari Para Pedagang Kaki Lima/Perpakiran dan Pedagang Ruko Menolak Adanya Rekayasa Jalan, selanjutnya "Rekasa Jalan Membuat Polusi Udara, dan Membuat Rawan Kecelakan", lain sebagaianya.

Boy, salah seorang pedagang ikut mengelar aksi unjuk rasa di temui KBA.ONE mengatakan, rekayasa lalu lintas yang sudah berlangsung hampir sebulan ini, telah merugikan pedagang, sehingga omzet penjualan para pedagang menurun drastis, dikarenakan minimnya pembeli.

"Bukan kami tidak mendukung kebijakan pemerintah. Justru sangat mendukung. Tapi maunya ada jalan keluar yang baik. Bukan malah sebaliknya, menyengsarakan para pedagang," ujarnya.

Pedagang yang bergabung dengan juru parkir itu juga menilai, perubahan lalu lintas justru bisa membahayakan pengguna jalan. "Persimpangan masih semrawut. Kalau terus dibiarkan bisa terjadi kecelakaan bagi para pengendar," terangnya.

Setelah para pengunjuk rasa menyampaikan orasi, sejumlah perwakilan pedagang diterima Wakil Bupati Aceh Tamiang HT Insyafuddin. Dalam pertemuan mediasi, perwakilan pedagang menyampaikan agar Pemda Aceh Tamiang dapat menyediakan lapak jualan di tempat baru atau mencari solusi terkait persoalan tersebut, karena lapak jualan mereka saat ini mengapai sepi akibat rekayasa lalu lintas tersebut.

Wakil Bupati Aceh Tamiang H T Insyafuddin mengatakan semua keluhan para pedagang sudah dicatat dan pihaknya akan melakukan rapat internal dengan para kepala SKPK terkait untuk mencari solusi terkait semua persoalan yang disampaikan oleh para pedagang. 

Setelah melakukan mediasi, para pengunjuk rasa meninggalkan kantor Bupati dan menuju kantor DPRK Aceh Tamiang untuk menyampaikan aspiransi yang sama. 

Di Gedung DPRK para pengunjuk rasa diterima oleh Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon, Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang Juanda dan anggota DPRK. Salah satu pengunjuk rasa menyampaikan, pihaknya sepakat atas program penataan kota yang dilakukan oleh Pemda Aceh Tamiang. Tapi proses penataan kota tersebut jangan mengorbankan para pedagang kaki lima, parkir dan pedagang ruko lainnya. | TRISNO, Kontributor KBA.ONE, Aceh Tamiang. 

Komentar

Loading...