Ridwan, Si Perampang Yang Ingin Kabur ke Malaysia

Ridwan, Si Perampang Yang Ingin Kabur ke Malaysia
Laman facebook Iwan alias Ridwan. Foto: istimewa.

Arbi mengatakan Iwan sering kali marah kepada orang tua dan berlaku tertutup.

KBA.ONE, Aceh Jaya - Arbi Sulaiman membuka pintu rumah. Dengan sebatang rokok di tangan, ayah Ridwan alias Iwan membuka pintu rumah dan mempersilakan Geuchik Gampong Paya Seumantok, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya, masuk ke dalam rumah berdinding papan itu.

Iwan adalah tersangka pembunuhan satu keluarga di Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh. Iwan juga mengambil sejumlah uang, telepon genggam dan sepeda motor Honda Scoopy milik majikannya itu. Dengan sepeda motor ini, Iwan, enam hari lalu, pulang ke rumah. Namun, seperti biasa, anak bungsu Arbi ini tak banyak bercerita.

“Orang tuanya bilang anaknya beberapa hari lalu pulang. Dan kini berada di Meulaboh,” kata Jailani Daud, Kamis, 11 Januari 2018.

Arbi terkejut saat kepala desa itu menyampaikan kabar tentang Iwan yang kini berada dalam tahanan kepolisian setelah tertangkap di Bandara Kuala Namu, Deli Serdang, Sumatera Utara, kemarin. Air mukanya berubah muram. Dia benar-benar tak menyangka anaknya tega berlaku keji.

Iwan lahir di Aceh Jaya, 25 November 1995. Di rumah, Iwan berperangai buruk. Arbi mengatakan Iwan sering kali marah kepada orang tua dan berlaku tertutup. Perubahan sikap itu terlihat saat dia beranjak dewasa. Tiga bulan lalu, Iwan pergi meninggalkan rumah itu dan tak pernah mengirimkan kabar walau sekali kepada ayahnya.

“Dia cuma bilang mau kerja di Banda Aceh,” kata Arbi. “Saya mengingatkan, ‘bila kamu pergi, tolong jaga nama baik orang tua. Apapun yang terjadi nanti, semua kamu tanggung sendiri. Segala risiko itu tanggung jawab kamu. Jangan kecewakan orang tua’.”

Selama berada di rumah, Arbi tak melihat sesuatu yang aneh pada diri anaknya. Saat ditanyakan dari mana asal sepeda motor yang dibawanya, Iwan berkata benda itu adalah miliknya, hasil kerja di Banda Aceh. Setelah menyampaikan rencananya, Iwan berangkat menuju Meulaboh dengan Scoopy “miliknya” itu.

Ma'in, 20 tahun, teman tersangka, mengatakan Iwan tak pernah macam-macam. Beberapa hari lalu, mereka bertemu dan bertegur sapa. Saat ditanya, “dari mana saja selama ini? Mengapa baru kelihatan?” Iwan berkata baru kembali dari Jambi usai bekerja di sana.

Ma'in merasa terkejut dan tidak menyangka temannya Ridwan bisa melakukan perbuatan keji seperti itu. “Entah apa penyebabnya, sehingga dia nekat melakukan hal tersebut,” kata Ma’in.

Kepada teman-temannya, dia juga menyampaikan keinginannya untuk pergi ke Malaysia. Dia bertanya tentang cara membuat paspor dan menunjukkan uang puluhan juta yang akan dijadikannya modal untuk berangkat ke luar negeri.

Pagi ini, Iwan dipulangkan kembali ke Banda Aceh dari Deli Serdang. Jejak kejahatannya terhenti di Kuala Namu.

Kontributor Khadafy

Komentar

Loading...