Sabri Aly Pimpin Aceh Business Club Periode 2019-2024

Sabri Aly Pimpin Aceh Business Club Periode 2019-2024
Para Pimpinan Aceh Business Club sedang menandatangani mandat organisasi disaksikan oleh salah satu tokoh Aceh, Drs HM Soekarni |Foto: Ist

KBA.ONE, Jakarta – Untuk alasan regenerasi, Pendiri dan Ketua Umum Aceh Business Club (ABC), HM. Asyik Ali, memberikan mandat organisasi ABC kepada tiga putra Aceh yaitu Sabri Aly, Samsul B Ibrahim, dan J Kamal Farza untuk meneruskan dan mengembangkan organisasi ABC setelah vakum beberapa lama.

“Para pendiri dan pengurus lama sudah tua-tua, untuk alasan efektifitas dan reorganisasi, biarlah diurus yang muda-muda,” kata Asyik Ali kepada KBH,  Selasa 6 Agustus 2019 petang.

Mandataris ABC diberi tugas dan wewenang, pertama, melakukan reorganisasi Aceh Business Club, dengan cara membentuk kepengurusan baru di semua tingkatan. Kemudian, melakukan penyesuaian-penyesuaian Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan Peraturan Organisasi dengan mempedomani dokumen-dokumen yang ada.

Kedua, melalukan pendataan dan konsolidasi dengan memverifikasi aset-aset organisasi yang ada. Ketiga, membangun komunikasi dengan para stake holder Aceh Business Club yang ada. Keempat, melaporkan hasilnya dan membuat berita acara serah terima organisasi dan aset dari pengurus lama kepada pengurus baru.

Selanjutnya, pelaksanaan amanah organisasi oleh mandataris telah diputuskan pimpinan ABC periode 2019-2024 disepakati oleh Sabri Aly sebagai Ketua Umum,  Samsul B Ibrahim, Sekretaris Jenderal, J Kamal Farza sebagai Bendahara Umum. "Tugas pertama kami adalah melakukan konsolidasi organisasi untuk membentuk kepengurusan lengkap,” kata Sabri.

Menurut Sabri sekaligus CEO Banda Group, Aceh memiliki potensi sangat besar secara bisnis. Tetapi selama ini potensi yang besar tersebut tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk menggerakkan roda perekomian masyarakat.

“Ke depan kita ingin ikut membantu menggerakan bisnis di Aceh dengan cara membantu promosi, dan ABC bisa menjadi katalisator yang menghubungkan antara potensi, bisnis dan strake holder lain baik di Aceh, nasional dan internasional,” ungkap Sabri didampingi Samsul, J Kamal dan Saiful Azhari.

ABC didirikan 23 Mei 1990, merupakan organisasi bisnis  yang bersifat non profit, terbuka, demokratis, dan mandiri. “ABC itu sebuah perkumpulan  bisnis yang memfokuskan diri pada upaya meningkatkan kapasitas, jaringan, dan produktivitas bisnis Aceh. Dengan cara membantu memberikan akses yang luas kepada pengusaha dan masyarakat. Serta melakukan promosi, pengembangan jaringan dan pengelolaan informasi bisnis," jelasnya

ABC mengharapkan kepada semua pelaku usaha agar bersama-sama untuk kembali berbisnis dan bersinergi seperti para endatu yang terkenal sebagai saudagar-saudagar terkenal. “Para pengusaha, mari kita bersinergi membangun kembali bisnis di Aceh, untuk kemakmuran dan kemajuan bangsa,” imbaunya.

Komentar

Loading...