Salurkan Bantuan ke Palestina, ACT Lobi Israel

Salurkan Bantuan ke Palestina, ACT Lobi Israel
Ketua ACT Aceh, Husaini Ismail (kanan). Foto: Reza Gunawan.

Israel hanya mementingkan persoalan uang. Ini adalah peluang lembaga kemanusiaan untuk menembus blokade yang mengepung Palestina.

KBA.ONE, Banda Aceh – Konflik yang terjadi antara Palestina dan Israel akibat pencaplokan wilayah Palestina terus terjadi. Jalur Gaza di Palestina diblokade oleh Zionis Israel. Warga Gaza pun hidup di bawah cengkraman Yahudi, yang memiliki akses terbatas dengan dunia luar. Para lembaga kemanusiaan kesulitan memberikan bantuan ke Muslim Palestina akibat blokade tersebut.

Lembaga Kemanusiaan Indonesia Aksi Cepat Tanggap (Care For Humanity) berupaya melakukan ‘lobi-lobi’ Yahudi agar bantuan dapat disalurkan ke Gaza. Mereka dalam waktu dekat akan mengantarkan bantuan 10 ribu ton beras bantuan rakyat Indonesia, yang sebagian merupakan sumbangan masyarakat Aceh untuk muslim Palestina.

“Kami melakukan pendekatan ke Yahudi, dengan tidak melawan mereka. Kalau kita melawan maka bantuan tidak bisa disalurkan. Jadi kami melakukan upaya dengan cara apapun, agar bantuan bisa sampai. Walaupun kita harus bayar, maka kita akan bayar, yang penting bantuan bisa masuk,” kata Ketua ACT Aceh, Husaini Ismail, dalam konferensi pers yang digelar, Senin, 29 Januari 2018.

Menurut Husaini, zionis Israel hanya mementingkan persoalan uang. Hal itu menjadikan peluang para lembaga kemanusiaan untuk menembus blokade militer Israel. Lembaga Kemanusiaan yang ingin menyalurkan bantuan, menurut Husaini, tidak bisa melawan militer Israel. Jika hal itu dilakukan, maka akan bernasib seperti kapal bantuan kemanusiaan Turki Mavi Marmara, yang diserang karena menerobos kepungan militer Israel pada 2010 silam.

“Jadi sebelum kapal bantuan Indonesia berangkat, ada tim dari Indonesia bersama dengan lembaga luar yang terlebih dahulu melakukan pendekatan, agar mengizinkan kapal masuk, meski harus membayar (setoran), ke Israel agar bantuan bisa masuk ke Palestina,” ujarnya.

Pendekatan dengan cara itu, kata Husaini, juga pernah dilakukan sahabat nabi, Usman Bin Affan, yang membayar Yahudi untuk mendapatkan sumurnya, agar umat muslim mendapatkan air. “Jadi terkadang kita harus memakai cara ini, agar umat muslim dapat tertolong.”

Sebanyak Rp 300 juta dana bantuan untuk Palestina dari Aceh yang terkumpul. Bantuan ini dikirimkan melalui Tanjung Perak, Surabaya. Kapal yang melintasi Selat Malaka akan berhenti di Sabang untuk mengangkut bantuan dari negeri di ujung Barat Indonesia itu. Dari Aceh, kapal berangkat menuju Swiss.

Februari nanti, ACT juga mengirimkan 10 ribu ton beras. Beras dikirim merupakan beras yang di kumpulkan dari para petani binaan yang berasal dari puluhan desa wakaf di Blora dan Bojonegoro.

Ia juga mengupayakan untuk mengajak para Tengku-Tengku di masjid, sekolah-sekolah, perkantoran hingga Kecamatan juga dan para relawan, juga dapat berkontribusi pada kegiatan kemanusiaan ini. Dia mengatakan ACT akan bersinergi dengan sejumlah mitra sehingga bantuan bisa dapat menembus blokade dan sampai ke tangan masyarakat Palestina.

Reza Gunawan, Nurnisa

Komentar

Loading...