Sebar Ujaran Kebencian, Pj Kadis BPM Lhokseumawe Ditangkap

Sebar Ujaran Kebencian, Pj Kadis BPM Lhokseumawe Ditangkap
Kapolres Lhoksumawe AKBP Ari Lasta Irawan (tengah) memperlihatkan barang bukti dari penangkapan Pj Kepala Dinas Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Lhokseumawe, saat konferensi pers, Selasa 15 Mei 2018. Foto:Kba/Safrizal.

KBA.ONE, Lhokseumawe - Satuan Reskrim Kriminal Polres Lhokseumawe menangkap Pejabat Kepala Dinas Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Lhokseumawe, Bukhari Syamruh atas dugaan ujaran kebencian, Selasa 15 Mei 2018. Pria berusia 48 tahun tersebut ditangkap karena dinilai menyebar kebencian melalui akun facebook miliknya yang ditujukan kepada kepolisian dan pemerintah.

"Bukhari kita tangkap tadi pukul 11.00 WIB, setelah penyelidikan dan pengumpulan barang bukti," kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan tanpa menyebut lokasi penangkapan, saat konferensi pers, Senin 15 Mei 2018.

Ari mengatakan penangkapan dilakukan, setelah pihaknya menerima laporan. Atas laporan tersebut, Kepala unit penyelidikan III tindak pidana tertentu (tipidter) Reskrim Polres Lhoksumawe langsung melakukan patroli siber di media sosial dan menemukan akun facebook atas nama Bukhari Syamruh.

"Setelah penyelidikan kita ketahui akun facebook tersebut milik Bukhari yang beralamat di Jalan Pesantren Ulumuddin, Gampong Uteunkot Kecamatan Muara Dua, Lhoksumawe. Dia memiliki dua akun facebook," kata Ari.

Menurut Ari, di status akun facebooknya, Bukhari menulis informasi yang dinilai menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan atau SARA. Namun status Bukhari kata Ari lebih ditujukan kepada pemerintah dan kepolisian.

Selain menangkap Bukhari, polisi turut mengamankan barang bukti handphone, yang diduga digunakan pelaku untuk mengupdate statusnya serta screen shoot status akun facebook Bukhari yang dinilai menimbulkan ujaran kebencian atau permusuhan. sudah kita amankan di Mapolres guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Nanti kami akan berkordinasi dengan jaksa dan ahli IT serta bahasa untuk secepatnya kita lakukan pemberkasan," kata Ari. Dalam status akun facebooknya, Bukhari memprotes pola penanganan kekerasan yang dinilainya berbeda. Pada statusnya tersebut, Bukhari juga menumpahkan sumpah serapah dengan kata-kata tak pantas.

Komentar

Loading...