Selamatkan Wanita Aceh dari 'Pembunuh Senyap' Bernama Kanker Serviks

Selamatkan Wanita Aceh dari 'Pembunuh Senyap' Bernama Kanker Serviks
Ilustrasi | Merdeka

Oleh: Nona Rahmaida Puetri*)

Sejatinya setiap tanggal 22 Desember kita memperingati Hari Ibu. Ya, Ibu, seorang wanita yang telah melahirkan dan membesarkan anak-anaknya tanpa mengharap balas jasa. Salah satu pengakuan tentang hal tersebut bisa disimak dalam lirik lagu ciptaan SM Mukhtar: Kasih Ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali, bagai Sang Surya menyinari dunia.

Selain itu, wanita dianugerahi oleh Allah SWT suatu keistimewaan yang hanya ada pada dirinya yaitu anugerah kehamilan. Seperti yang tertulis dalam QS AL Ahqaf:15: Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah pula, mengandung dan menyapihnya adalah tiga puluh bulan.

Ilmu Biologi menjelaskan proses terjadinya kehamilan pada wanita melibatkan salah satu organ yakni serviks atau disebut juga leher rahim. Serviks berfungsi sebagai pintu masuk menuju rahim, tempat berkembangnya janin. Namun, dalam perkembangan dunia sekarang, banyak dilaporkan kasus angka kematian akibat kanker leher rahim atau lebih kita kenal dengan sebutan kanker serviks. Kanker ini disebabkan oleh infeksi HPV (Human Papillomavirus). Virus ini umumnya terdapat pada setiap orang dan sangat mudah menular.

HPV bekerja dalam senyap. Para penderita umumnya tidak sadar telah terinfeksi virus sebelum terjadi masalah kesehatan yang serius. Virus ini terdiri dari 130 tipe. Namun, yang menjadi penyebab kanker leher rahim 70 persennya adalah HPV tipe 16 dan 18. Penularan virus ini sebanyak 85 persen melalui hubungan seksual dan sisanya bisa melalui tangan, handuk, dan pakaian.

Data WHO pada 2012 memperlihatkan jumlah penderita baru kanker serviks mencapai 445 ribu, dengan jumlah kematian 270 ribu orang. Di Indonesia sendiri hampir setiap satu jam wanita meninggal akibat kanker serviks. Sementara jika dilihat per negara seperti data yang dikeluarkan WHO pada 2014, jumlah penderita kanker serviks di Indonesia sebanyak 20.928 orang, dengan jumlah kematian 9.497 orang.

Adapun di Aceh sesuai laporan Pusdatin kesehatan pada 2015 berdasarkan olah data Riskesdas 2013, estimasi kasus kanker serviks mencapai 1.401. Sementara laporan terbaru dari Dinas Kesehatan Aceh, ada 115 kasus kanker leher rahim hingga Juli 2017. Secara umum, sejak 2014 hingga 2016, kasus kanker serviks di Aceh meningkat hingga 15 persen.

Mengingat kian masifnya kasus, perlu tindakan preventif. Beberapa hal yang umum dilakukan adalah vaksinasi dan screening awal atau deteksi dini dengan cara papsmear serta IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) Test. Menurut National Cancer Institute Amerika Serikat, keberhasilan vaksin dapat mereduksi 97 persen kasus.

Di Aceh, pemerintah telah melakukan beberapa langkah dalam mengurangi angka kasus kanker serviks. Dimulai dari sosialisasi pemeriksaan IVA dan papsmear saat acara-acara even penting. Ada juga pemeriksaan gratis yang dilakukan oleh Dharma Wanita Provinsi Aceh yang berkerjasama dengan laboratorium swasta.

Memang, belum semua kalangan tersentuh oleh kegiatan tersebut. Namun diharapkan informasi tentang penyakit ini dapat tersebar luas. Aceh yang memiliki kawasan urban (perkotaan) dan rural (pedesaan) mengharuskan pemerintah sebagai penggerak kebijakan kesehatan harus lebih kreatif lagi dalam menyosialisasikan mengenai kanker serviks. Hal ini disebabkan pendekatan yang digunakan akan berbeda jika sosialisasi dilakukan di urban ataupun rural.

Dengan adanya peningkatan informasi dan edukasi tentang bahaya kanker serviks pada wanita serta cara pencegahan dan pengobatannya, diharapkan angka kasus bisa menurun. Kesehatan wanita sangat penting agar dapat menghasilkan keturunan-keturunan yang saleh dan solehah. Semoga Hari Ibu yang selalu diperingati setiap tanggal 22 Desember bisa menjadi salah satu momentum untuk sosialisasi tentang kanker serviks. Jika bukan sekarang dilakukan kapan lagi? Dan kalau bukan kita siapa lagi.

*) Peneliti Balai Litbangkes Banda Aceh

Komentar

Loading...