Sempat Menuai Penolak, Surya Paloh Tuntaskan Kuliah Umum

Sempat Menuai Penolak, Surya Paloh Tuntaskan Kuliah Umum
Surya Paloh memperlihatkan buku karyannya sebelum menyerahkan secara simbolis kepada Rektor Unsyiah, Samsul Rizal. Foto: Kba/Eureka Shittanadi

KBA.ONE, Banda Aceh - Sempat menuai penolak, Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) akhirnya tuntas menyampaikan materi kuliah umum bertema "Reformasi Menuju Restorasi Indonesia" di Kampus Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Jumat 11 Mei 2018. Pantuan KBA, tiba di unsyiah sekira pukul 16,00 WIB, Surya Paloh disambut meriah rektor beserta civitas akademika dan mahasiswa yang telah menunggu di Gedung AAC Dayan Daood.

Sejak awal hingga berakhirnya materi kuliah umum yang disampaikan Surya Paloh tidak terlihat reaksi penolakan atas materi yang disampaikan putra kelahiran kota Banda Aceh itu. Sesekali, terdengar riuh tepuk tangan mahasiswa yang memenuhi Gedung AAC Dayan Daood.

"Tadinya kalau ada kampanye, kita sudah siap di posisi untuk menghentikan kuliah ini. Tapi syukur sampai selesai, tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan itu," kata Ketua BEM Unsyiah, Muhammad Yasir kepada KBA, disela kegiatan tersebut.

Menurut Muhammad Yasir, kehadiran dirinnya bersama sejumlah ketua BEM Fakultas di Gedung AAC sesuai kesepakatan bersama untuk mengawal jalannya kuliah umum. Hal itu agar Materi Kuliah Umum tidak melanggar surat keputusan Dikti No. 26/dikti/Kep/2002 yang melarang segala bentuk organisasi ekstra kampus dan atau melakukan aktivitas politik praktis di kampus.

"Jadi semalam itu kita sudah diskusi bersama BEM yang ada di fakultas-fakultas dan hasilnya adalah pihak BEM baik fakultas maupun universitas sepakat untuk mengawal jalannya kuliah umum. Kalau saja tadi terendus bau-bau kampanye, kami akan memberhentikan kuliah umum itu sendiri," jelas Muhammad Yasir.

Senada dengan Yasir, Aditya Siddiq, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga BEM Unsyiah, juga menyampaikan alasan mereka tetap hadir di kuliah umum tersebut untuk mengawal pelaksanaan kuliah umum. "Sejauh pantauan kami dan beberapa rekan hingga kuliah umum berakhir tidak terjadi politik praktis di kampus Unsyiah," kaya Aditya.

Seperti diberitakan sebelumnya, rencana kuliah umum Surya Paloh sempat menuai perbedaan sikap diantara BEM di kampus tersebut. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsyiah mengancam membubarkan kuliah umum jika bermuatan politik.

Sementara sikap berbeda ditunjukkan pengurus BEM Unsyiah yang menamakan diri Aliansi BEM Fakultas. Mereka menilai, penolakan BEM Unsyiah berlebihan karena Surya Paloh hadir sebagai tokoh nasional bukan partai dan merupakan putra kelahiran Aceh.

Komentar

Loading...