Senjata Ilegal, Siber, dan Hoaks Ancaman Pilpres dan Pileg 2019

Senjata Ilegal, Siber, dan Hoaks Ancaman Pilpres dan Pileg 2019
Ilustrasi pemusnahan senjata ilegal. | Ist.

Keamanan Pilpres dan Pileg 2019 adalah tanggung jawab semua komponen.

KBA.ONE, Banda Aceh – Potensi ancaman yang menjadi tantangan keamanan negara menjelang tahun politik pilpres dan pileg 2019 di antaranya; ancaman siber (hoaks, ujaran kebencian, kampanye hitam, mobilisasi massa) ancaman kesenjangan (sara dan konflik sosial), serta ancaman biologis (alami dan disengaja).

“Paham radikalisme (ancaman adanya keinginan melakukan perubahan dengan cara kekerasan) di dalam masyarakat, perang media, narkoba, terorisme dan ancaman senjata illegal juga menjadi potensi ancaman keamanan negara menjelang pemilu 2019,” kata Karo Ops Polda Aceh Kombespol Dedy Irianto.

Dedi Irianto mengatakan itu dalam lokakarya Forum Komunikasi Pemerintahan (FKP), di Aula Kantor Wali Kota Banda Aceh, Kamis, 7 Februari 2019.

Dedy Irianto mengatakan bahwa banyak pihak yang bertanggung jawab terhadap suksesnya pelaksanaan pemilu 2019 mendatang yaitu; KIP dan Panwaslu, Caleg, Parpol, pemerintah daerah, Polri, TNI, media, tokoh masyarakat, tokoh agama, pengawas pemilu independen, dan bahkan para pendukung. Semua komponen itu diharapkan mampu bekerjasama dan bersinergi menciptakan situasi yang kondusif menjelang dan pasca pemilu 2019.

“Polri dan TNI mengambil posisi netral, professional sesuai tupoksinya dan mampu menangani potensi konflik yang terjadi,” ujarnya.

H. Saifannur, Bupati Bireuen, yang juga Koordinator Forum KKA mengatakan menjelang pemilihan presiden dan pemilihan legislatif 2019 dibutuhkan sinergitas dan kerja sama untuk menjaga stabilitas keamanan nasional dan daerah.

“Tidak hanya tugas institusi penegak hukum Kepolisian dan TNI serta pimpinan daerah (bupati/wakil, wali kota/wakil dan ketua/wakil Ketua), tapi diperlukan sinergitas dan kerjasama antara Kepolisian dan TNI serta pimpinan daerah untuk mengantisipasi berbagai bentuk gangguan keamanan agar tercipta situasi yang kondusif, aman dan damai jelang pemilu pilpres dan pileg 2019,” kata Saifannur, Bupati Bireuen

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, mengatakan lokakarya ini membahas tentang isu-isu penting terkait dengan keamanan nasional dan daerah menjelang pilpres dan pileg 2019. Selain itu bagaimana menciptakan kondisi dan situasi aman menuju pilpres dan pileg 2019 yang damai.

Kegiatan yang mengusung tema “Bersinergi Mensukseskan Pilpres & Pileg 2019” dihadiri 60 peserta terdiri dari bupati/wakil bupati, wali kota/wakil wali kota dan ketua/wakil Ketua DPRK 23 kabupaten/kota se-Aceh. Acara inj menghadirkan Staf Khusus Pangdam Iskandar Muda Aceh Kolonel CAJ Ahmad Husein dan Karo Ops Polda Aceh Kombespol Dedy Irianto sebagai narasumber utama. ***

Komentar

Loading...