Simpan Video ISIS, Tukang Cuci Dipenjara

Simpan Video ISIS, Tukang Cuci Dipenjara
Ilustrasi | Pixabay

Saat diadili, Firdaus yang tidak diwakili pengacara meminta hakim hukuman lebih ringan.

SEORANG tukang cuci di Malaysia dihukum penjara tiga tahun setelah kedapatan menyimpan video dan gambar ISIS di telepon genggamnya, Senin, 27 November 2017. Hakim Datuk Mohd Sofian Abd Razak dari mahkamah tinggi setempat memutuskan tukang cuci bernama Mohd Firdaus Saibi, 24 tahun, dihukum walaupun terdakwa mengaku bersalah.

Media lokal setempat, Berita Harian Online menyebutkan, Firdaus ditangkap pada 24 Maret lalu di Kampung Sedili Kechil, Kota Tinggi, Johor. Pengadilan menuduh Firdaus menyimpan 25 gambar dan 43 video ISIS dalam telepon genggam merek Samsung miliknya. Dakwaan terhadap Firdaus berdasarkan seksyen atau pasal 130JB Kanun Keseksaan yang ancaman hukuman maksimalnya tujuh penjara.

Saat diadili, Firdaus yang tidak diwakili pengacara meminta hakim hukuman lebih ringan. Ia mengaku tak mengetahui jika menyimpan video terkait ISIS salah menurut aturan hukum Malaysia. "Tujuan saya menyimpan video itu untuk menonton di waktu senggang. Saya janji tidak akan terbabit (tersangkut) lagi dengan apa-apa (yang) berkaitan dengan Daesh (ISIS). Tak sanggup hadapi kehidupan di penjara, maafkanlah saya," ujarnya.

Namun, jaksa Munirah Shamsudin enggan menanggapi permohonan Firdaus. Ia meminta hakim memberikan hukuman sebagai bentuk pelajaran bagi publik agar tidak terlibat dengan ISIS.

Sebelumnya, seorang warga Indonesia yang bekerja sebagai penjahit juga didakwa oleh Mahkamah Tinggi dengan pasal serupa, seksyen 130JB Kanun Keseksaan atau Kitab Undang-Undang Hukum Pidana-nya Malaysia. Rino Kaswara Kasmar, 34 tahun, penjahit tersebut dihukum penjara 11 tahun.

Dilansir Bernama, Rino mengaku bersalah atas tiga tuduhan terkait ISIS. Ia didakwa membantu ISIS dan menyimpan bahan terkait gerombolan teroris tersebut. Menurut hakim Datuk Azman Abdullah, Rino telah berbaiat kepada ISIS melalui Telegram. Ia ditangkap Jalan Pasar, Slim River, Perak, pada 2 Mei lalu.

Komentar

Loading...