Sita Dokumen Anggaran Rp 1,15 T, KPK: Dugaan Suap DOKA Makin Kuat

Sita Dokumen Anggaran Rp 1,15 T, KPK: Dugaan Suap DOKA Makin Kuat
Penyidik KPK meninggalkan Kantor Dinas Kesehatan usai penggeledahan, Rabu 11 Juli 2018. Photo: Fatma

KBA.ONE, Banda Aceh - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengidentifikasi kuatnya dugaan tindakan suap dalam pengalokasian dan penganggaran proyek-proyek pembangunan yang didanai Dana Otonomi Khusus Aceh tahun 2018. Hal itu sesuai bukti-bukti yang terus disita penyidik dari serangkaian penggeledahan yang dilakukan paska operasi penindakan Selasa lalu.

"KPK terus menemukan bukti-bukti yang semakin kuat tentang dugaan suap terkait alokasi anggaran DOK Aceh," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Rabu 11 Juli 2018.

Hal tersebut disampaikan Febri, saat ditanya terkait penggeledahan lanjutan yang dilakukan penyidik KPK di Dinas Pendidikan dan Kesehatan Aceh, Selasa pagi. Menurut Febri dari dua lokasi penindakan tersebut, KPK kembali menyita dokumen-dokumen proyek yang mengindikasikan adanya tindakan suap.

"Sejauh ini ditemukan dokumen-dokumen proyek seperti Dokumen Pelaksanaan Anggaran Dinas Kesehatan Aceh dengan nilai Rp 1,15 T," kata Febri.

Seperti diberitakan setelah menggeledah Dispora dan PUPR, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan di Dinas Pendidikan Aceh, Rabu pagi. Penyidik KPK yang dibagi menjadi dua tim juga melakukan penggeledahan di Dinas Kesehatan Aceh.

Di Dinas Pendidikan Aceh, selain melakukan penggeledahan di Gedung B Dinas tersebut, KPK juga menyegel ruang pertemuan dan ruang kepala dinas pendidikan yang berada di lantai II Gedung A. Usai penggeledahan, penyidik yang dikawal personel brimob bersenjata juga membawa dua tas dari dalam gedung.

 

Komentar

Loading...