Soal Pemberhentian 275 Anggota Satpol PP, DPRK Panggil Bupati Aceh Tenggara

Soal Pemberhentian 275 Anggota Satpol PP, DPRK Panggil Bupati Aceh Tenggara
Pertemuan Wakil Bupati dan DPRK Aceh Tenggara. Foto: KBA/Bulkainisah.

KBA.ONE, Aceh Tenggara - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Tenggara Irwandi Desky merasa kecewa atas tindakan Bupati Raidin Pinim yang memberhentikan tenaga honorer dan Satpol PP tanpa berkoordinasi dengan pihaknya. Irwandi mengklaim langkah itu juga diambil tanpa mempertimbangkan aspek hukum yang jelas.

"Seharusnya anggota Satpol PP itu dievaluasi, bukan diberhentikan secara keseluruhan. Kasihan lah Satpol PP yang telah mengabdi selama 15 tahun namun harus mendaftar dan mengikuti tes ulang lagi,” kata Irwandi, Selasa, 6 Februari 2018.

Irwandi juga mempertanyakan efisiensi anggaran yang menjadi alasan Raidin merekrut ulang para pegawai tersebut. Pemberhentian pamong praja tersebut dinilai tidak adil dan harus dievaluasi.

Wakil Bupati Aceh Tenggara Bukhari mengatakan rekrutmen ulang adalah proses efisiensi anggaran dan hal itu tidak bertentangan dengan peraturan. Proses kali ini melibatkan sejumlah unsur, seperti wartawan, LSM, kepolisian dan tentara.

Bukhari juga mengatakan akan memprioritaskan bekas anggota satpol pp untuk diterima kembali sepanjang mereka mengikuti tahapan seleksi.

Kemarin, ratusan bekas anggota satpol pp dan wh berunjuk rasa di Gedung DPRK setempat. Mereka menyatakan keputusan tersebut tidak adil. Mereka juga membakar baju dinas yang pernah mereka gunakan.

Komentar

Loading...