PERALIHAN STATUS

STAIN Tengku Dirundeng Paparan di Kemenag RI

STAIN Tengku Dirundeng Paparan di Kemenag RI
Tim alih status STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh berfoto bersama, Jumat 13 April 2018.

STAIN Tengku Dirundeng telah mempersiapkan persyaratan sebagaimana ketentuan Kementerian Agama dan BAN-PT diantarannya menyiapkan sarana dan prasana serta kuota minimal 6 orang dosen perprodi

KBA.ONE, Aceh Barat - Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, mempresentasikan kesiapan alih status kampus tersebut ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN). Presentasi akan disampaikan dalam pertemuan sejumlah STAIN di Kementerian Agama Republik Indonesia yang berlangsung 12 hingga 14 April di Jakarta.

“Saat paparan kita sampaikan kesiapan kita termasuk memenuhi kuota dosen minimal 6 orang per prodi, sertifikat tanah dan sarana prasarana,” papar Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, Syamsuar, kepada KBA, Sabtu 14 April 2018.

Menurut Syamsuar, dirinya didampingi tim alih status, akan memaparkan bahwa saat kampus tersebut telah mempersiapkan semua ketentuan alih status yang dipersyaratkan Kementerian Agama dan BAN-PT. Saat ini kata Syamsuar, STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh sedang menyiapkan pembangunan gedung baru di kawasan Alue Peunyareng, Kecamatan Meureubo di lahan seluas 50 Hektar. Pembangunan tersebut telah memasuki tahap kedua.

Untuk memuluskan peralihan status, kata Syamsuar STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh juga telah mengantongi Gubernur Aceh, Ketua DPRA, dan delapan bupati serta Walikota di Wilayah Barat Selatan Aceh. "Berdasarkan masukan tim Kementerian Agama, ada beberapa hal kecil yang harus diperbaiki terutama terkait isi proposal alih status. Ini untuk memudahkan visitasi nanti,” ungkap Syamsuar.

Syamsuar mengatakan, saat empat STAIN sedang dikaji untuk peningkatan status. Keempatnya yakni STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, STAIN Gajah Putih Takengon, STAIN SORONG dan STAIN Bengkalis. "Semoga cita-cita besar ini dapat terwujud tahun 2019. Mohon doa seluruh masyarakat Aceh dan Barat Selatan,” harap Syamsuar.

Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama, Arskal Salim menyampaikan, Kementerian Agama akan terus mendorong percepatan alih status atau naik tingkat seluruh STAIN menjadi IAIN. Arskal Salim mengatakan, presentasi bertujuan melihat kesiapan STAIN yang telah mengajujan proposal alih status, baik dokumen maupun infrastruktur.

"Saat ini tinggal tujuh STAIN yang belum berstatus IAIN dan empat STAIN belum mengajukan perubahan, karena masih baru. Terpenting adalah mutu pendidikan PTKIN harus berubah,” tegasnya.

Presentasi alih status turut dihadiri, Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Syamsuar, Wakil Rektor UIN Ar-Raniry, Muhibuththabary, tim alih status Muhsinuddin, Amrizal Hamsa dan Syibran Mulasi, serta unsur Kementerian Agama dan pimpinan perguruan tinggi baru.

Komentar

Loading...