Stand Agara Curi Perhatian di Pameran Police Expo 3

Stand Agara Curi Perhatian di Pameran Police Expo 3
Pakaian adat Alas di Pameran Police Expo 3 di Banda Aceh. | KBA.ONE: Rizki Yani Nst

KBA.ONE, Banda Aceh- Stand Aceh Tenggara yang menampilkan hasil handycraft, pakaian adat, dan potensi daerah lain pada pameran Police Expo 3, di Blang Padang, Banda Aceh, Selasa 9 Juli 2019, berhasil mencuri perhatian pengunjung

Meski cuaca kota panas terik, menurut pantauan KBA.ONE, pameran yang dibuka Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Rio S Djambak, Senin 8 Juli 2019, itu tetap diminati warga Banda Aceh dan luar kota.

Pameran ini berlangsung hingga 13 Juli 2019. Banyak instansi yang terlibat baik dari Polri sendiri, TNI, pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota, BUMN dan BUMD, pelaku usaha serta masyarakat seni lainnya.

Dalam even ini, juga digelar berbagai kegiatan mulai dari festival exibition stand, tarian daerah, donor darah, panggung hiburan, cek kesehatan gratis, donor darah, lomba foto dan instagram, pameran alutsista TNI/Polri, pameran, dan sebagainya.

Pada hari kedua pameran Police Expo 3, terlihat ratusan pengunjung antusias mendatangi lokasi pameran. Ada puluhan stand mulai dari stand makanan, pameran mobil, sampai dengan pertunjukkan konser. Pameran makanan saja mungkin ada sekitar 15 stand, mulai dari stand makanan seperti rumoh risoles, dapur umum, thai tea, banda banana, telur gulung, dan stand sari roti.

Suasana Pameran Police Expo 3 di Blang Padang Banda Aceh. | KBA.ONE: Rizky Yani Nst.

Di pameran Police Expo 3 ini tak cuma diramaikan jajaran kepolisian saja, tapi diikuti stand pemerintah kabupaten dan kota yang ada di Aceh. Selain itu, pameran juga diramaikan stand instansi seperti BPOM, Wali Nanggroe, Bank Aceh dan bank BRI. Semua stand menampilkan ciri khas  kerajinan dan potensi daerah serta produk unggulan instansi masing-masing.

Tapi, dari sekian banyak peserta, ada satu stand yang memesona perhatian pengunjung, yaitu stand AcehTenggara. Mereka menampilkan pameran baju adat yang digunakan ketika menikah di mana pengantin wanita memakai pakaian berwarna merah dan gelang putih bersimpul tali merah.

Pakaian adat Aceh Tenggara merupakan pakaian kebanggaan masyarakat suku Alas. Pakaian ini biasanya digunakan pada acara-acara tertentu seperti acara perkawinan, khitanan, penyambutan tamu serta acara besar lainnya. Pakaian adat Alas ini memiliki bentuk ornamen beranekaragam seperti, Embun Bekhangkat, Pucuk Khebung, Tampuk Nggete, Mate Baning dan Bunge Ketile.

Uniknya lagi,  di kepala pengantin dipakaikan pernak pernik seperti bola bola kecil berwarna merah dan hijau. Setelah itu, seperti tradisi yang terus hidup dan berkembang, pengantin laki laki dan perempuan suku Alas biasanya masing-masing menunggang satu kuda untuk diarak mengelilingi kampung.

Ini berbeda dengan tradisi “pemaman” pada acara sunatan anak laki- laki. Mereka bersama keluarga beramai-ramai  beriringan menunggang puluhan kuda dan mengelilingi desa atau kota tempat mereka bermukim.

Istilah “pemaman” diambil dari kata “paman” yakni laki-laki dari garis keturunan ibu-adik atau kakak ibu. Masyarakat Alas mempercayai bahwa marwah seorang paman sebagai penanggung jawab atas perhelatan pesta sunat dan nikah keponakannya akan dipertaruhkan untuk kesuksesan pesta tersebut.

Selain potensi budaya dan adat istiadat yang dipamerkan, stand Aceh Tenggara juga nenawarkan tantangan berwisata menjelajahi Sungai Alas, sungai terpanjang di Aceh yang membelah kawasan Taman Nasional Gunung Leuser.

Kepada KBA.ONE, penjaga stand menjelaskan bahwa dengan biaya sekitar Rp1.800.000,- pengunjung sudah bisa menjelajah sungai alas sejauh 12 km dengan jarak tempuh sekitar 4 jam. "Paket tersebut sudah termasuk sewa perahu karet, snack, makan siang dan transportasi lainnya," kata penjaga stand.

Menurut pantauan KBA.ONE, masih banyak potensi lainnya yang bisa ditengok di pameran Police Expo 3 di Banda Aceh selain stand Aceh Tenggara. Anda penasaran? Yuk, kunjungi pameran tahunan itu di Blang Padang! | RIZKY YANI NASUTION, Kontributor Banda Aceh.

Komentar

Loading...