Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Ule Raket di Aceh Barat Ambruk

Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Ule Raket di Aceh Barat Ambruk
Kondisi Jembatan Ule Raket yang ambruk | KBA.ONE/Revina Rahayu

KBA.ONE, Aceh Barat - Jembatan Ulee Raket penghubung Kecamatan Kaway XVI dengan Kecamatan Pante Cermen, yang berada di Desa Sawang Teubee, Kabupaten Aceh Barat, ambruk sekitar pukul 00.30 WIB dini hari, Senin 12 November 2018. Akibatnya, lalu lintas warga setempat terganggu.

Lahmuddin, 50 tahun, mengatakan pada saat ambruk jembatan tersebut mengeluarkan suara gemuruh. "Saat ambruknya jembatan tadi malam, suara runtuhannya itu besar sekali. Kami kaget dan langsung keluar untuk memastikan,” ujarnya. Untungnya, saat jembatan ambruk tidak ada warga yang melintas sehingga tak menelan korban jiwa.

Persoalan jembatan tersebut, diakui Lahmuddin, telah lama dikeluhkan warga sekitar. Namun, tidak ada tanggapan dari pemerintah setempat.

Pangkal jembatan itu sudah sering longsor. Untuk mengantisipasi, kata Lahmuddin, masyarakat sekitar berinisiatif untuk menimbun menggunakan pasir agar tetap bisa dilalui.

Kepala Desa Sawang Teube Zubaili mengatakan pangkal jembatan sudah empat tahun rusak akibat tergerus arus sungai dan longsor. "Inilah dampaknya dari pembiaran tersebut, jembatan akhirnya ambruk,” ujarnya.

Jembatan tersebut, lanjutnya, menjadi akses utama warga Pante Ceureumen menuju ke Meulaboh atau tempat lainnya. "Saat ini jembatan memang sudah tak bisa digunakan, otomatis warga harus menggunakan jalan alternatif dengan jarak tempuh yang lebih jauh," ujarnya.

Jembatan itu, kata Zubaili, dibangun pada 1996 tapi sempat terhenti pada 1998 akibat konflik. Tahun 2000, pembangunan jembatan tersebut dilanjutkan kembali dan diresmikan pada 2002 oleh almarhum Taufik Kiemas, Ketua Majelis Musyawarah Rakyat Republik Indonesia saat itu.

Komentar

Loading...