Tanggul Lawe Hijo Jebol, 13 Rumah Terendam  

Tanggul Lawe Hijo Jebol, 13 Rumah Terendam  
Sekda Aceh Tenggara, M.Ridwan (tengah) didampingi Kepala BPBD, Ramisin (kiri) meninjau bencana banjir di Lawe Hijo. | KBA.ONE: Mursal Gayo.

Banjir juga merendam ratusan hektare lahan pertanian penduduk dan ruas jalan negara sepanjang 50 meter di Desa Kuning, Kecamatan Bambel.

KBA.ONE, Aceh Tenggara – Hujan lebat yang terus mengguyur Aceh Tenggara sejak Jumat malam merusak dan menjebol tanggul penahan sungai sepanjang sekitar 25 meter di Desa Pinding, Lawe Hijo, Kecamatan Lawe Sumur, Sabtu 24 November 2014.  

Selain merendam 13 rumah penduduk di Desa Kuning, kerusakan tanggul itu juga meluluhlantakkan ratusan hektare tanaman jagung dan padi warga sehingga dipastikan akan gagal  panen. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa alam itu.

Menurut pantauan KBA.ONE, banjir juga merendam  ruas jalan negara sepanjang 50 meter di Desa Kuning, Kecamatan Bambel. Genangan air persawahan penduduk meluap melebihi permukaan jalan dan  diperkirakan mengikis bahu jalan nasional itu. 

Jalan negara di kawasan Desa Kuning Satu terendam banjir. | KBA.ONE: Bulkainisah.

Guyuran hujan sepanjang Jum'at malam mengakibatkan naiknya debit  air sejumlah anak sungai di antaranya Sungai Lawe Kinga di wilayah Kecamatan Bambel,  Aceh Tenggara.

Meski badan jalan yang menghubungkan Kutacane- Medan tepatnya di Desa Kuning Satu terendam air sekitar 50 cm, lalu lintas Medan-Kutacane dan sebaliknya masih berjalan normal. Sementara warga yang terkena genangan banjir enggan untuk meninggalkan rumah karena ini hanya banjir dadakan berupa genangan.

Sekda Aceh Tenggara, M. Ridwan M.Si, di lokasi bencana mengatakan kerugian masyarakat diperkirakan seratusan hektare lebih lahan terdiri dari sawah, kebun coklat, kebun jagung telah menjadi korban banjir. 

Sebagian areal pertanian warga yang terendam banjir. | KBA.ONE: Bulkainisah.

 "Saya sudah perintahkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Ramisin, untuk  segera mengambil tindakan yang diperlukan, minimal membendung kembali, menggali dan meluruskan jalannya air agar kerusakan tidak meluas," tegas Sekda Agara didampingi Kepala BPBD, Ramisin. 

Jalan negara Kutacane-Medan di Desa Kuning Satu. | KBA.ONE: Mursal Gayo.

Ramisin memastikan akan menurunkan alat berat berupa Escavator untuk menutup bagian tanggul yang jebol.

"Saat ini alat berat sedang kita turunkan ke lokasi, jumlah alat berat milik BPBD terbatas masih manjadi kendala. Ini karena di sejumlah titik  di Kecamatan lainya juga terjadi longsor dan tanggul jebol," terang Ramisin. | BULKAINISAH, MURSAL GAYO, Aceh Tenggara.

Komentar

Loading...