Tanggul Sungai  Jebol, Dua Kecamatan di Agara Terancam Banjir

Tanggul Sungai  Jebol, Dua Kecamatan di Agara Terancam Banjir
Kondisi tanggul jebol di Desa Kuta Lesung, Kecamatan Lawe Sumur. | KBA.ONE: Bulkainisah.

 
KBA.ONE, Aceh Tenggara -Tingginya curah hujan di wilayah pegunungan Aceh Tenggara mengakibatkan debit  aliran sungai Lawe Kinge semakin meningkat. Derasnya arus sungai yang di sertai material bebatuan mengakibatkan tanggul sebagai penahan akhirnya jebol dan menyasar ke lahan pertanian dan pemukiman warga.

Jebolnya tanggul Lawe Kinge selebar 40 meter  yang berada di Desa Kuta Lesung, Kecamatan Lawe Sumur, pada Senin malam  pukul 20 .00 WIB, 10 Juni 2019, mengancam delapan Desa di dua Kecamatan yakni  Lawe Sumur dan Kecamatan Bambel.

Pantauan KBA.ONE Selasa 11 Juni 2019, Banjir yang terparah terjadi di Desa Kuta Lesung dan Setia Baru, Kecamatan Lawe Sumur, merendam rumah warga setempat dengan ketinggian 50 cm hingga 1 meter. Sementara di Kecamatan Bambel  yakni  Desa Lawe Hijo, Lawe Hijo Metuah, Ampera, Kuning Satu, Rikit dan Kuta Buluh hanya berdampak banjir ringan dengan ketinggian air rata - rata 30 cm. 

Kondisi rumah warga di Desa Lawe Hijo yang terendam hingga 50 cm. | KBA.ONE: Bulkainisah

Hingga pagi ini selasa 11 juni 2019 kondisi banjir sudah mulai surut, dan tidak ada korban jiwa akibat banjir ini.

Kepala pelaksana BPBD Aceh Tenggara Ramisin mengakui telah mendapatkan laporan terkait banjir ini dan berupaya untuk melakukan pendataan sert penutupan pada tanggul yang jebol.

"Alat berat akan kita turunkan untuk menutup kembali tanggul yang jebol. Sementara untuk warga yang terimbas banjir pendataan akan dilakukan petugas BPBD," terangnya.

Banjir ini merupakan banjir langganan ketika hujan deras di hulu sungai dan ancaman bagi warga tang tinggal di sepanjang aliran sungai. Karen itu, diharapkan warga setempat agar selalu waspada, ujar Ramisin menambahkan. ***


 
 

Komentar

Loading...