Terjajah, Penduduk Al-Quds Berbuka Puasa dalam Keprihatinan

Terjajah, Penduduk Al-Quds Berbuka Puasa dalam Keprihatinan
Dapur makan Al-Quds |Foto: ACTNews

KBA.ONE, Yerusalem – Gema azan magrib memenuhi seantero kompleks masjid Al-Aqsa. Lantunan takbir-tanda waktu berbuka puasa telah tiba-disambut syukur para penduduk Al-Quds. Kamis 16 Mei 2019, sebagian penduduk Al-Quds memang telah menyiapkan diri berbuka puasa di pelataran Masjid Al-Aqsa. Menggelar tikar, mereka membuat kelompok-kelompok kecil bersama keluarga atau pun kerabat. Sebagian orang segera meneguk air putih, sedangkan anak-anak tampak mencicip cemilan manis yang sudah mereka persiapkan dari rumah.  Malam harinya, ratusan ribu jemaah juga melaksanakan salat tarawih berjamaah di kompleks Masjid Al-Aqsa, sebagaimana dikabarkan Quds News Network. Hari itu menjadi salah satu senja Ramadan yang damai bagi warga Palestina di Al-Quds atau Yerusalem.

Menikmati ibadah Ramadan dengan damai menjadi salah satu momen berharga bagi warga Palestina yang masih terjajah Israel. Sebab, tidak jarang agresi atau pun persekusi otoritas Israel menerpa warga Yerusalem.

Seperti pada Jumat 17 Mei 2019, Quds News Network melaporkan adanya pelarangan masuknya paket-paket iftar ke dalam gerbang kompleks Masjid Al-Aqsa. “Kepolisian Israel melarang masuknya makanan iftar untuk para jemaah di dalam Masjid Al-Aqsa,” tulis Quds News Network pada akun Twitternya.

Sementara itu, Minggu 12 Mei 2019 malam, Israel juga mengusir jemaah yang sedang melaksanakan salat malam di Al-Aqsa. "Pada hari normal, setelah salat Isya, pihak Israel memeriksa semua area salat di kompleks Al-Aqsa untuk memastikan tidak ada yang tinggal di dalam," terang seorang pejabat dewan wakaf yang mengawasi Al-Aqsa dan situs-situs suci muslim lainnya di Yerusalem, Hatem Abdel Qader, kepada Middle East Eye, sebagaimana dirilis Senin 13 Mei 2019.

Bertahun-tahun lamanya warga Palestina menantikan Ramadan penuh kedamaian dan kebahagiaan tanpa bayang-bayang penjajahan. Sebab itu, menjadikan Ramadan lebih baik di Palestina selalu diikhtiarkan ACT.

Pada Ramadan ini, ACT berikhtiar meredam krisis kemanusiaan di Al-Quds atau Yerusalem. N. Imam Akbari selaku Senior Vice President ACT mengatakan, upaya tersebut dilakukan dengan penguatan di bidang pangan. “Ramadan ini, ACT berikhtiar menyiapkan 100.000 paket iftar bagi penduduk Yerusalem dan murabitheen,” kata Imam.

Selain di Yerusalem, selama Ramadan ini, ACT juga menyiapkan total 250 ton pangan bantuan dari Indonesia Humanitarian Center (IHC) di Gaza. Bantuan itu didistribusikan kepada keluarga prasejahtera, yatim, lansia, keluarga dengan kepala keluarga difabel, di Gaza.

Komentar

Loading...