Tidak Rekonstruksi di TKP, Keluarga Korban Pembunuh Istri dan Anak Kecewa kepada Polisi

Tidak Rekonstruksi di TKP, Keluarga Korban Pembunuh Istri dan Anak Kecewa kepada Polisi
Ahmad Dani. | KBA.ONE: Try Vanny

Dani menyampaikan keinginan keluarga korban agar dapat melihat langsung kronologi pembunuhan yang dilakukan AG kepada Ira dan kedua orang anaknya.

KBA.ONE, Aceh Utara - Ahmad Dani, keluarga korban pembunuhan sadis di Gampong Ulee Madon, Aceh Utara, pada 7 Mei 2019 lalu, mengaku kecewa kepada pihak kepolisian karena tidak mengadakan rekontruksi di rumah korban, Rabu 10 Juli 2019.

Pelaku AG diringkus tim Jatanras Polda Aceh saat melarikan diri setelah melakukan pembunuhan sadis dengan motif ingin menguasai harta istrinya yang baru 5 bulan dia nikahi.

Kepada wartawan, Dani menyampaikan keinginan keluarga korban agar dapat melihat langsung kronologi pembunuhan yang dilakukan AG kepada Ira dan kedua orang anaknya Zikra juga Yazid.

"Sebelumnya kami diberitahu bahwa rekontruksi akan diadakan di Polres Lhokseumawe, maka kami sekeluarga tidak akan hadir karena kecewa terhadap keputusan itu," ucapnya.

Dia mengatakan petugas tidak perlu khawatir terhadap keamanan di lokasi, karena kondisi jalan masuk ke dalam rumah yang sempit membuat polisi lebih gampang untuk mengamankan pelaku dari kemungkinan amukan massa.

"Halamannya luas, jadi mobil polisi bisa parkir tepat di lorong masuk ke rumah, di lorong itu bisa dikawal oleh sejumlah polisi, jadi kecil kemungkinan akan ricuh," pungkas Dani.

Dani juga memberikan contoh kasus serupa yang terjadi di Aceh Utara, rekontruksi tetap diadakan di lokasi kejadian walaupun tempatnya jauh lebih luas dari pada di Ulee Madon.

"Pembunuhan tukang cendol di Aceh Utara saja aman saat rekontruksi, tidak ada bentrok. Padahal lokasinya lebih luas,makanya kami ingin rekon dilakukan di TKP," tegasnya. *** 

Komentar

Loading...