Tiket Film The Power of Love 212 untuk Korban Gempa Lombok - Kota - Kantor Berita Aceh (KBA)

Tiket Film The Power of Love 212 untuk Korban Gempa Lombok

Tiket Film The Power of Love 212 untuk Korban Gempa Lombok
Film “The Power of Love 212” | Foto: Humas ACT

Film The Power of Love 212 akan tayang tanggal 10,11,12 Agustus 2018 di Gedung  BPSDM, Jalan  T.Panglima  Nyak Makam, No. 8 Gampong Dhoi Ulee Kareng.

KBA.ONE, Banda Aceh – Sebagian hasil penjualan tiket pemutaran film “The Power of Love 212” akan disumbangkan bagi korban gempa bumi Lombok dan NTB. Pengiriman bantuan akan disalurkan melalui lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

“Hasil penjualan tiket film ini  bagi dana kemanusiaan untuk membantu saudara-saudara kita korban gempa Lombok “, kata Farid Rizki ketua Panitia Pelaksana Acara tersebut.

Dengan harga tiket yang sangat terjangkau, 35 ribu untuk single tiket dan 100 ribu pihak penyelenggara mampu memuaskan hari para penonton sekaligus beramal dengan menyisihkan uangnya kepada saudara kita yang sedang dilanda musibah di Lombok.

Sementara Itu, tiket untuk pemutaran film 212 ini sudah tersebar tiket box di beberapa warkop seperti Zakir Kupi Lamprit dan Keutapang, Ata Coffee Blang Padang, Helsinki Lampineung, Duek Pakat Warkop Pango dan Kantin SMEA Warkop tepat di samping lokasi acara berlangsung nantinya, seluruh outlet rumah makan Ayam Lepas dan tempat-tempat usaha di kawasan kota Banda Aceh. 

“Insya Allah acara ini juga akan dihadiri oleh PLT Gubernur Aceh, Pangdam Iskandar Muda, Kapolda Aceh, Walikota dan wakil, unsur Muspida Aceh, Muspida Banda Aceh, dan Alumni 212 serta tokoh agama,” ujarnya.

Film The Power of Love 212 akan tayang tanggal 10,11,12 Agustus 2018 di Gedung  Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Jalan  T.Panglima  Nyak Makam, No. 8 Gampong Dhoi Ulee Kareng. Film religi ini mengisahkan tentang seorang jurnalis bernama Rahmat yang diperankan oleh Fauzi Badila kurang setuju dengan aksi  bela islam 212. Bahkan ia berseteru dan berbeda pendapat dengan ayahnya sendiri yang dengan tegasnya ingin mengikuti aksi tersebut. Rahmat terpaksa berangkat karena ayahnya  sudah sakit-sakitan memaksa ingin terjun langsung ke dalam aksi. 

Muhammad Balia dari Mitra Muda Mandiri yang merupakan Event Organizer pemutaran film tersebut mengatakan acara ini juga sangat menjunjung tinggi nilai-nilai budaya di Aceh dan nilai Syariat Islam yang sangat diprioritaskan dengan cara memisah penonton antara perempuan dan laki-laki, juga menghindari pemutaran film pada saat jam-jam salat. Acara ini juga sudah mendapat sambutan hangat dari masyarakat luas

“Kita juga menghindari pemutaran film pada waktu-waktu salat, apalagi kegiatan kita ini mendapatkan dukungan antusias dari masyarakat Aceh,” ujarnya.

Komentar

Loading...