Turki: Siapa yang Perintahkan Khashoggi Dibunuh?

Turki: Siapa yang Perintahkan Khashoggi Dibunuh?
Jamal Khashoggi | Twitter @jkhashoggi

KBA.ONE, Turki - Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menyerukan Arab Saudi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang masih belum terjawab mengenai pembunuhan jurnalis kawakan Jamal Khashoggi. "Masih ada pertanyaan-pertanyaan yang memerlukan jawaban atas pembunuhan berencana itu," tutur Cavusoglu seperti dilansir Press TV, Jumat 26 Oktober 2018. Dia meminta Arab Saudi untuk menjelaskan "siapa yang memberikan perintah" dan "di mana jasadnya."

Cavusoglu menyinggung pengumuman otoritas Saudi yang telah menangkap 18 orang yang terkait dalam pembunuhan itu. Dia menyerukan Riyadh menjelaskan mengapa mereka ditangkap.

Cavusoglu juga menekankan Turki tak berniat membawa kasus Khashoggi ke pengadilan internasional. Namun, Turki siap membagi informasi jika pengadilan internasional dilakukan. "Kami sedang melakukan penyelidikan sendiri. Kami bekerja sama dengan siapapun yang ingin bekerja sama. Arab Saudi punya usulan-usulan mengenai masalah ini dan kami bukan mengatakan tidak pada mereka, tapi untuk saat ini membawa kasus ini ke pengadilan internasional tidak ada dalam agenda," tuturnya.

Kashoggi 60 tahun, jurnalis senior dan kolumnis The Washington Post tersebut, diketahui bermukim di AS usai mengasingkan diri dari Saudi. Dia dikenal kerap mengkritik kebijakan-kebijakan Saudi, juga mengkritik putra mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS).

Pada akhir pekan lalu, otoritas Saudi akhirnya mengakui Khashoggi tewas dalam perkelahian di dalam Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu, setelah berulang kali membantah. Namun Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam pidatonya meyakini Khashoggi tewas dalam pembunuhan berencana dan keji.

Para pejabat Turki sebelumnya mengklaim telah memiliki bukti berupa rekaman audio dan video yang membuktikan Khashoggi disiksa dan dibunuh, bahkan dimutilasi. Pemberitaan soal bukti rekaman itu banyak dibahas media. 

Komentar

Loading...