Ungkap Pembunuh Bunta , Ada Hadiah Uang dari BKSDA  - Daerah - Kantor Berita Aceh (KBA)

Ungkap Pembunuh Bunta , Ada Hadiah Uang dari BKSDA 

Ungkap Pembunuh Bunta , Ada Hadiah Uang dari BKSDA 
Sayembara berhadiah Rp 10 juta bagi yang berhasil mengungkap pembunuh gajah jinak Bunta dari BKSDA.

Sayembara berlaku hingga pelaku berhasil ditangkap

KBA.ONE, Aceh Timur – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, menggelar “sayembara” berhadiah Rp 10, bagi mereka yang berhasil mengungkap pembunuh Bunta, gajah jinak yang tewas di CRU Serbajadi. Sayembar  berlaku hingga pelaku pembunuh bunta berhasil terungkap.

“Berlaku sampai (pelaku) dapat. Termasuk kalau polisi yang ungkap hadiahnya ya diberikan ke polisi,” Kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh, Sapto Aji Prabowo, Minggu 10 Juni 2018.

Menurut Sapto, tidak hanya bagi kepolisian, sayembara juga berlaku bagi mereka yang memiliki informasi terkait pelaku pembunuh gajah jinak Bunta.

“Jurnalis kali kasih info A1 sehingga pelaku ditangkap, kita kasih juga (hadiah). Karena sayembara berlaku bagi siapapun,” kata Sapto.

Sapto mengatakan untuk mengetahui penyebab pasti  kematian, tim dokter hewan BKSDA Aceh telah melakukan pembedahan terhadap bangkai gajah. Sejumlah sample organ gajah seperti Jantung, Limpa, usus dan ginjal, yang diambil rencanannya akan diuji laboratorium.

“Untuk mengetahui cause of death (penyebab kematian) maka tim dibawah koordinasi kepolisian tim dokter melakukan nekropsi (pembedahan),” kata Sapto.

Sapto menyayangkan tindakan ‘sadis’ pelaku yang tega membunuh gajah jinak Bunta.  Pasalnya gajah di CRU Serbajadi tersebut selama ini telah banyak membantu mengatasi konflik masyarakat dengan satwa liar yang turun ke pemukiman warga.

“Gimana gak sadis, gajah yang justru membantu masyarakat mengatasi konflik, tega dibunuh,” kata Sapto kesal.

Lebih lanjut kata Sapto, Bunta yang ditemukan tewas Sabtu pagi, merupakan gajah pemberani diantara sejumlah gajah yang ditempatkan di CRU Serbajadi.  Gajah jantan berusia 27 tahun tersebut telah berada di CRU Serbajadi sejak 2 tahun terakhir.

“Diantara gajah di Serbajadi, dia paling berani. Dia ditangkap tahun 2006 lalu di Desa Alue Rambe,  Aceh karena berkonflik. Waktu itu masih ada kebijakan boleh tangkap gajah yg berkonflik untuk dilatih, namun tahun 2008 mulai dilarang,” ungkap Sapto.

Bunta, gajah jinak berusia 27 tahun, ditemukan tewas diracun di Conservasi Respon Unit  (CRU) di Dusun Jamur Batang, Gampong Bunin, Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur.  Saat ditemukan, satu gading gajah berkelamin jantan tersebut telah hilang.

Komentar

Loading...