Uni Eropa Peringatkan Trump Soal Yerusalem

Uni Eropa Peringatkan Trump Soal Yerusalem
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (tengah) disaksikan Presiden Perancis Emmanuel Macron (kiri) pada hari pertama KTT G-20 di Hamburg, Jerman, Jumat (7/7) | ANTARA FOTO/REUTERS/Ludovic Marin/Pool

Uni Eropa mengingatkan pihak-pihak terkait konflik Palestina dan Israel menahan diri dan mencegah ketegangan terus meningkat.

SELURUH menteri luar negeri dari 28 negara anggota Uni Eropa memperingatkan Presiden Amerika Donal Trump melalui wakil diplomatnya, Rex Tillerson, agar tidak memindahkan kantor kedutaan Amerika untuk Isrel ke Yerusalem. Peringatan itu disampaikan dalam sebuah pertemuan langsung yang diselenggarakan selang sehari sebelum Trump mengumumkan pengakuannya terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

"Pernyataan yang disampaikan Trump berpotensi membawa kita melangkah mundur ke masa yang lebih kelam dibandingkan masa di mana kita hidup saat ini," ujar Perwakilan Tinggi Uni Eropa urusan luar negeri Federica Mogherini di Brussels, Kamis, 7 Desember 2017. "Posisi Uni Eropa sangat jelas dan kami percaya solusi paling masuk akal dalam konflik antara Israel dengan Palestina bergantung pada kedua negara dan dengan Yerusalem tetap sebagai ibu kota kedua negara," tambahnya.

Dalam pidato yang dilakukan Rabu, 6 Desember, Trump menyampaikan akan memindahkan kantor kedutaan Amerika yang kini berada di Tel Aviv ke Yerusalem. Penyataan Trump tersebut telah membalikkan kebijakan yang dipegang Amerika selama puluhan tahun sebelumnya.

Tak lama usai pengakuan itu, perselisihan pun terjadi dengan warga Palestina yang turun ke jalan, melakukan aksi mogok dan protes. Sementara Israel mengirimkan tentaranya ke Tepi Barat setelah kelompok Hamas menyerukan kembali dilakukannya intifada atau pemberontakan.

Uni Eropa mengingatkan pihak-pihak terkait konflik Palestina dan Israel menahan diri dan mencegah ketegangan terus meningkat. "Kemungkinan terburuk yang bisa terjadi saat ini adalah meningkatnya ketegangan di sekitar tempat-tempat sakral karena apa yang terjadi di Yerusalem penting bagi seluruh kawasan itu sekaligus seluruh dunia," kata Mogherini dikutip The Independent.

Di Indonesia, Presiden Joko Widodo mengecam pernyataan Trump karena Palestina masih mengklaim Yerusalem sebagai bagian dari negaranya yang menyebabkan konflik berkepanjangan di antara dua negara. "Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak Amerika terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel," ujar Jokowi saat konferensi pers, di Istana Bogor, Kamis, 7 Desember.

Ia meminta Amerika mempertimbangkan kembali keputusan tersebut. Terdapat beberapa alasan yang mendasari sikap Jokowi sebagai sikap resmi negara. Pertama, pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB, dengan Amerika merupakan anggota tetapnya. Kedua, pernyataan Trump ini dianggap bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia.

"Saya dan rakyat Indonesia, kita semuanya tetap konsisten untuk terus bersama rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya sesuai dengan amanah pembukaan Undang-Undang Dasar 1945," ujar Jokowi.

Komentar

Loading...