Usai TInjau Penjara Lambaro, DPR Bicara Soal Anggaran dan Aturan

Usai TInjau Penjara Lambaro, DPR Bicara Soal Anggaran dan Aturan
Komisi Hukum DPR meninjau Lapas Kelas II Banda Aceh. Foto: KBA/Biyan Nyak Jeumpa.

Penjara ini pernah mengalami kejadian serupa meski dalam skala kerusuhan lebih kecil

KBA.ONE, Banda Aceh - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat menyesalkan tidak berjalan standar pengamanan tahanan dan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A. Mereka menilai, ini adalah “bom waktu” yang siap meledak kapan saja di penjara itu.

“Kita datang dan sudah lihat, memang ternyata SOP di Lapas ini tidak berjalan sama sekali dan ini menjadi penyulut dari semua kerusuhan,” kata anggota Komisi Tiga DPR, Nasir Djamil, usai berkunjung ke penjara yang berada di Aceh Besar itu, Kamis, 11 Januari 2018.

Penjara ini pernah mengalami kejadian serupa meski dalam skala kerusuhan lebih kecil. Nasir berjanji DPR memastikan aturan dan anggaran untuk penjara benar-benar baik dan mencukupi. Dia juga menyesalkan keberadaan kamar mewah dalam penjara dan kemudahan sejumlah narapidana keluar dari penjara.

Menurut Nasir, narapidana “kaya” memberikan suap kepada sipir dan membayar narapidana lain untuk melindungi dan mencukupi kebutuhannya di balik dindin penjara. Nasir juga meminta agar manajemen penjara dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Aceh membenahi kelemahan ini.

Pada kerusuhan Kamis pekan lalu, enam unit ruangan administrasi dan ruang besuk hangus dibakar narapidana. Insiden ini berawal dari rencana memindahkan narapidana kasus narkotika ke Medan, Sumatera Utara. Setelah memeriksa 50 narapidana, polisi menahan 20 narapidana, termasuk seorang sipir, yang terlibat dalam aksi anarki itu.

Usai kericuhan, polisi menemukan ganja kering seberat 10 kilogram, ganja kering paket kecil sebanyak 183 paket, sabu dengan berat hampir satu gram dan sejumlah telepon seluler serta satu unit komputer jinjing. Di dalam penjara itu, juga ditemukan kamar dengan fasilitas “wah”.

Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Ham Aceh mengakui kebobrokan manajemen penjara. Termasuk kemudahan narapidana tertentu keluar-masuk penjara dan bertransaksi narkoba.

Kontributor Biyan Nyak Jeumpa

Komentar

Loading...