Virus H1N1 Mewabah Saat Sistem Kesehatan Yaman Terpuruk

Virus H1N1 Mewabah Saat Sistem Kesehatan Yaman Terpuruk
Salah satu penduduk Yaman saat diperiksa tim medis | Foto: ACTNews

KBA.ONE, Sana'a - Virus H1N1 atau yang dikenal dengan Flu Babi mewabah di Yaman. Sayangnya, sistem kesehatan yang kian runtuh tak mampu menangani setiap kasus yang terjadi dan menyerang warga Yaman. Berbagai fasilitas medis, termasuk rumah sakit di Yaman sudah lama dikabarkan alami kekurangan peralatan medis dan obat-obatan.

Melansir rilis dari Mint Press News yang terbit pada akhir Januari lalu, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Yaman Yousef al-Hatahri mengatakan, ada 418 kasus Flu Babi yang tersebar di Provinsi Sana’a dan Yaman Utara. Sebanyak 86 di antaranya dikabarkan meninggal dunia karena tidak mendapat penanganan medis.

“Pusat kesehatan di Provinsi Amran dan Ibb juga menerima 46 kasus Flu Babi, 11 di antaranya meninggal dunia. Artinya kemungkinan virus sudah menyebar ke seluruh wilayah,” jelas Yousef.

Mohammed Nasher al-Rajwai, salah satu pasien yang diduga mengidap virus Flu Babi dan dikabarkan meninggal dunia. Mohammed sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit al-Azal, Sana’a, Yaman. Selama hampir 10 hari ia berjuang untuk hidupnya, sampai akhirnya meninggal pada Jumat 18 Januari 2019.

“Mohammed meninggal akibat infeksi virus pada sistem pernapasannya. Kemungkinan disebabkan oleh virus H1N1 yang mempengaruhi sel-sel mukosa hidung, tenggorokan, paru-paru, lalu menjalar ke seluruh tubuh,” ungkap Issam al-Harazi, Petugas Data untuk Survelians Epidemiologis Kemenkes Yaman yang ditulis Mint Press News.

Kematian Mohammed al-Rajwai pun memicu ketakutan seluruh penduduk Yaman, terutama di Sana’a. Virus telah mewabah secara cepat, sementara infrastruktur kesehatan Yaman masih menjadi target blokade dan perang. Ya, sejak perang dimulai pada 2015, sudah tercatat sebanyak 318 rumah sakit dan pusat kesehatan telah menjadi target, lalu dihancurkan.

Datang dari Distrik Dares, daerah padat penduduk di Utara Sana’a, Fahd Assad mengutarakan kekhawatirannya. “Kami hidup di lingkungan yang penuh dengan virus akibat perang. Sekarang kami takut dengan flu babi. Tuhan, tolong kami,” tutur Fahd.

H1N1 atau bahasa sehari-hari dikenal flu babi adalah subtipe virus influenza umum yang ditularkan dari hewan ke manusia. Umumnya virus jarang terjadi, namun ketika berkembang pada manusia, ia akan membawa risiko kematian yang secara signifikan lebih tinggi daripada flu biasa.

Komentar

Loading...