Mohd. Alfatah, S.Ag, Ketua Komisi V DPRA

Wajah Pendidikan Aceh Harus Berubah

Wajah Pendidikan Aceh Harus Berubah
Mohd. Alfatah | Foto: Ist

KBA.ONE, Banda Aceh - Harapan kualitas pendidikan Aceh pada momentum peringatan Hardikda tahun ini juga disuarakan  oleh DPRA. Ketua Komisi V DPRA yang konsen di bidang pendidikan Aceh, Mohd. Alfatah, S.Ag, mengatakan anggaran pendidikan di Aceh jumlahnya masih relatif besar. "Aceh memiliki sekitar 20 persen dari total APBA, yaitu sekitar Rp3 triliun lebih. Itu jumlah yang besar dibandingkan provinsi lain," kata Alfatah.

Ia berharap dana pendidikan Aceh yang cukup besar itu harus berbanding lurus dengan output pendidikan di Aceh, seperti kualitas guru dan infrastruktur harus lebih baik. 

Mohd. Alfatah mengharapkan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh ke 59 pada 2 September 2018 mendatang harus menjadi tonggak awal wajah pendidikan Aceh lebih baik. "Ini zaman action bukan ngomong - ngomong aja. Jadi kerja terus sesuai program Aceh Carong," kata Mohd. Alfatah ketika menerima tim penulis Hardikda di ruang kerjanya, Kamis, 30 Agustus 2018.

Soal kurikulum pendidikan Aceh yang bernuansa syariah memang sudah lama mati suri karena hampir 8 tahun tidak tersentuh. Tapi, aku Mohd Alfatah, sejak dirinya menjadi Ketua Komisi V DPRA khusus bidang pendidikan, pembahasan kurikulum pendidikan Aceh bernuansa syariah dibahas kembali.

Kurikulum pendidikan Aceh bernuansa syariah yang sudah final itu semestinya di launching pada Juli lalu, namun ditunda hingga September 2018 bertepatan dengan Hardikda Aceh.

Mohd. Alfatah berharap jika kurikulum pendidikan Aceh bernuansa syariah sudah berjalan, akan terjadi pemerataan dalam penerimaan murid sekolah. Sebab, masyarakat menginginkan adanya pendidikan syariah dan pendidikan akhlak di sekolah.

Pada kurikulum pendidikan Aceh itu, penguatan pelajaran Agama Islam mencapai 20 persen, sementara kurikulum nasional 80 persen, "Jadi, kita harapkan, semua bisa berjalan dengan baik," kata Mohd. Alfatah. ***

Komentar

Loading...