Warga di Aceh Barat Terjangkiti Malaria dari Monyet Ekor Panjang

Warga di Aceh Barat Terjangkiti Malaria dari Monyet Ekor Panjang
Sejumlah warga Paya Baro saat dirawat di Puskesmas Meutulang | Ist

KBA.ONE, Aceh Barat – Puluhan warga Desa Paya Baro, Kecamatan Panton Reu, Aceh Barat, Senin malam, 26 November 2018, dilarikan ke Puskesmas Meutulang karena menderita penyakit yang tidak diketahui jenisnya secara bersamaan. Beredar foto beberapa pasien yang sedang dirawat. Namun, saat itu belum diketahui penyebab sakitnya warga.

Joni Armansyah warga Paya Baro mengatakan beberapa hari lalu ada warga desanya mengeluhkan panas dingin dan sakit di sekujur badan. "Kalau sekarang sudah lebih dari 30 orang yang dilarikan ke puskesmas untuk diobati. Bahkan ada juga yang sudah dibawa ke rumah sakit umum daerah," ujarnya.

Joni mengatakan penyakit serupa pernah menyerang warga desa pada 2005 lalu. Saat itu, warga langsung mendapatkan pengobatan dari petugas kesehatan dan dilakukan fogging di perkampungan

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Rabu, 28 November 2018, Kepala Puskesmas Meutulang, Panton Reu, kepada KBA.ONE membenarkan adanya sejumlah warga yang dirawat karena demam tinggi dan sakit di sekujur tubuh.

Pemeriksaan awal di Puskesmas, kata Azhar, belum terdeteksi jika demam tersebut gejala terjangkitnya malaria. "Memang banyak warga yang kita rawat di sini karena panas tinggi. Hasil pemeriksaan belum ada yang terjangkit malaria. Melainkan mereka terkena demam tinggi secara berjamaah atau febris," ujar Azhar.

Pasien yang dirawat di Puskesmas Meutulang, kata Azhar, juga ada warga Desa Tamping dan Meutulang. "Mereka semua mengalami sakit yang sama."

Dikutip dari Laman Alodokter, febris adalah istilah medis untuk menggambarkan demam atau peningkatan suhu tubuh lebih dari 37,5 derajat Celsius. Demam merupakan pertanda sistem kekebalan tubuh sedang melawan infeksi, baik akibat virus, bakteri, ataupun parasit. Demam bukanlah penyakit, melainkan gejala yang sering menyertai penyakit tertentu. Demam akan menghilang setelah penyakit yang mendasari tertangani.

Salah satu penyebab demam adalah infeksi bakteri Salmonella sp yang menyebabkan tifus atau disebut juga demam tifoid. Penyakit ini menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh bakteri.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit PMI Bogor, dr Satrio Sukmoko, Sp.PD, gejala febris bermacam-macam. Setiap individu menunjukkan gejala yang beragam, tidak sama, sesuai dengan apa yang menyebabkan timbulnya demam.

***

Sementara itu, Kepala Pengelolaan Program Malaria di Dinas Kesehatan Aceh Barat, Azwar Lizar, mengatakan dari hasil pemeriksaan mereka diketahui dua warga Meutulang positif terinfeksi malaria jenis Plasmodium Knowlesi atau malaria yang ditularkan dari monyet ekor panjang.

Ia menjelaskan, kedua korban merupakan suami istri yang terinfeksi malaria saat menjala ikan di sungai pada malam hari. "Kita telah melakukan uji lab terhadap 100 sampel darah warga. Hanya dua orang yang positif terinfeksi malaria," ujarnya.

Menurut Azwar, kasus tersebut baru pertama kali terjadi di Aceh Barat. Penyakit itu ditularkan oleh monyet ekor panjang yang terinfeksi virus malaria. Kemudian ada nyamuk yang menggigitnya dan nyamuk tersebut kembali menggigit manusia. Sejauh ini, kata Azwar, penyakit tersebut ditularkan melalui gigitan nyamuk dan belum ditemukan menular antarmanusia.

Ia mengimbau masyarakat yang terserang demam untuk tidak beraktivitas di luar rumah. Selain itu, warga yang belum terkena mengurangi kegiatan di wilayah hutan saat malam. "Ditakutkan akan ada lagi warga yang terkena malaria."

Komentar

Loading...