‘Wisata’ Mobil Dinas Rongsokan di Aceh Jaya

KBA.ONE, Aceh Jaya- Kendaraan dinas untuk operasional mestinya bisa menjadi alat penunjang kerja yang efektif. Tapi, realitanya, tak demikian. Contoh nyata terjadi di lingkup Dinas Perhubungan Aceh Jaya. Di dinas ini, banyak kendaraan operasional luput perhatian, kurang perawatan, dan diterlantarkan.

Seperti penelusuran KBA.ONE, di halaman Kantor Dinas Perhubungan Aceh Jaya, Selasa 5 Maret 2019, tampak teronggok tak berguna beberapa unit rongsokan kendaraan seperti bus sekolah, truck dan beberapa becak merek viar. Usia kendaaraan itu terlihat sudah terlalu tua.

Menurut informasi, kendaraan itu berasal dari bantuan masa NGO yang sudah rusak dan tak terpakai lagi. “Alasan kendaraan tersebut tidak terpakai karena rusak dan minimnya biaya perawatan,”  ujar salah seorang pegawai kepada KBA.ONE.

Informasi itu tak dibantah oleh Kabid Darat Dinas Perhubungan Aceh Jaya, Said Tarmizi. “Aset-aset ini memang sudah lama terbengkalai. Sebelum saya bertugas di sini, itu sudah seperti ini, rusak, tak bisa diperbaiki karena minim biaya perawatan,” ujarnya kepada KBA.ONE, Selasa.

Seperti Bus Sekolah, kata Said Tarmizi, begitu sudah rusak dan tidak dapat diperbaiki, “ya dibiarkan seperti ini, akibat minimnya biaya perawatan. Benda yang rusak itu tetap disimpan di kantor sebagai inventaris," pungkas Said.

Said Tarmizi menjelaskan unit-unit kendaraan ini ada yang berasal dari bantuan NGO masa tsunami dulu. Lebih kurang sekitar 8 tahun 'bangkai' kendaraan ini mangkrak. Sedangkan untuk kendaraan, seperti bus sekolah di tempat ini ada 19 unit dan masih bergerak semuanya, walau dalam kondisi rusak, seperti dinding bolong-bolong.

Sedangkan kendaraan jenis L-300, katanya, ada 32 unit, sebagian masih bergerak dan sebagian ada yang sedang di service di bengkel. Terkait dugaan adanya unit kendaaraan yang hilang, Said Tarmizi membantahnya. "Tidak ada unit kendaaran Pemkab yang hilang."

Dia menjelaskan ada kendaraan yang disewakan untuk mengantar barang ke luar kabupaten, seperti ke Nagan Raya dan Sabang. "Bilapun ada kasus-kasus pelanggaran, baik itu lalu lintas, kami pihak Dishub akan membantu para pengelola yang menggunakan atau menyewa unit-unit kendaraan ini," katanya.

Sedangkan untuk unit- unit lainnya, seperti becak roda tiga, dari 19 unit, hanya beberapa saja yang masih berjalan. Yang lainnya sudah rusak, sebagian di tempat ini, dan ada di rumah pengguna nya, imbuh Said.

Mengapa tidak dilelang saja armada-armada itu? “Belum tau karena belum ada perintah pelelangan. Bisa jadi tahun depan atau lebih cepat,” jelas Tarmizi menutup percakapannya dengan KBA.ONE. ***

 

Komentar

Loading...