Yang Menjanjikan dari Serat Getah Pinus Serule

KBA.ONE, Banda Aceh – Foto-foto ini menggambarkan ekspresi kegigihan sepasang penderes getah pinus di Desa Serule, Kecamatan Bintang, Aceh Tengah. Mereka adalah Marjono, 50 tahun, dan istrinya Lasmia, 43 tahun.

Tenaga kontrak asal Pulau Jawa ini bekerja di PT. Tusam Hutan Lestari (THL). Tapi, dengan otot, teknik, dan peluh itu, keduanya bisa meraup untung hingga Rp14 juta per bulan. Syaratnya, Marjono dan Lasmia harus bekerja  memenuhi target mengumpulkan 6 ton getah pinus dalam rentang waktu 6 bulan.

Jika pada batas waktu itu Marjono dan Lasmia atau para penderes lain dapat memenuhi target lebih awal maka mereka diizinkan pulang ke kampung halaman. Atau, melanjutkan penderesan dengan mendapatkan bonus lebih dari Perusahaan. Inilah kisah-kisah inspiratif para penderes getah tusam di areal PT THL.

Mengapa batang tusam? Tusam atau pinus adalah tumbuhan batang kayu berkualitas yang berfungsi sebagai penyangga tanah pegunungan. Tapi, di balik kemanfaatan batang, akar, dan daunnya, getah pohon pinus rupanya menyimpan sejuta rahasia manfaat seperti dijadikan bahan olahan industri dan kesehatan.

Maka tidak heran jika pemanfaatan hasil hutan getah pinus ini sudah menjadi sumber ekonomi masyarakat di Gayo. Apalagi hasil penderesan atau penyadapan getah pinus bisa dijadikan bahan baku industri cat, resin, sabun, bahan baku obat-obatan, parfum dan desinfektan.

Di  Aceh Tengah, hutan pinus banyak tumbuh di tanah landai, perbukitan dan lereng-lereng pegunungan. Agar kelestarian alam dan lingkungan terjaga, PT THL selalu melakukan reboisasi untuk menggantikan batang-batang pinus yang ditebang dengan bibit baru.

Setelah pohon-pohon pinus itu tumbuh besar menjulang, di sinilah kisah para penderes lokal dan penderes-penderes handal dari Pulau Jawa dimulai. Hasilnya, para penderes ulet dari Pulau Jawa itu pun bisa menabung dan membangun rumah senilai ratusan juta rupiah di kampung halamannya. Menjanjikan, bukan?  

Komentar

Loading...