1.300 Lebih Warga Binaan di Aceh Terima Asimilasi, Lima Kembali Melanggar

1.300 Lebih Warga Binaan di Aceh Terima Asimilasi, Lima Kembali Melanggar
Teks foto : Kakanwil Kemenkumham Aceh, Zulkifli. | Foto: KBA.ONE, Komar

KBA.ONE, Banda Aceh - Dari 1.300 lebih warga binaan di 26 lembaga permasyarakatan (Lapas) di Aceh yang mendapatkan asimilasi dan integrasi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), lima diantaranya melanggar dan diserahkan kembali ke lapas.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham) Provinsi Aceh, Zulkifli, mengatakan asimilasi warga binaan di 26 lapas di Aceh berjalan sukses sejauh ini, hanya lima orang yang kembali diserahkan ke lapas, dari 1.300 lebih yang mendapat asimilasi.

"Alhamdulillah program itu sukses dan sangat berhasil. Artinya, kalau kita lihat jumlah warga binaan saat itupun di 26 lapas sudah sangat overload," kata Zulkifli usai Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Capaian Kinerja Kemenkumham Tahun 2020 Semester I secara virtual, Senin 29 Juni 2020, di kantor Kemenkumham Aceh.

Kata dia, Asimilasi adalah tindak lanjut Peraturan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) No. 10 tahun 2020. Dari program itu, para warga binaan memiliki kesempatan untuk berkumpul kembali dengan keluarga dan masyarakat.

"Dengan adanya Virus Corona (Covid-19), sehingga lahirnya Permenkumham No. 10 tahun 2020 ini, merupakan salah satu upaya mengurangi kapasitas lapas yang saat itu overload," tutur Zulkifli.

Ia menyebutkan, program tersebut sangat efektif, untuk itu ia sangat bersyukur dengan adanya program itu menjadi salah satu upaya untuk mengurangi kapasitas di Aceh yang sudah overload.

"Sehingga untuk setiap warga binaan yang sudah memenuhi persyaratan saat itu mendapat kesempatan untuk kembali ke lingkungan masyarakat," imbuh Kakanwil Kemenkumham Aceh itu.

Selain itu, terkait kunjungan ke lapas dan rutan selama Covid-19, Zulkifli menegaskan sampai hari ini masih di batasi kunjungan keluarga untuk bertemu dengan warga binaan.

"Kunjungan sampai hari ini masih di batasi, kita tidak memperkenankan keluarga bertemu langsung melainkan melalui virtual, kita juga menerima titipan dari keluarga warga binaan," ungkapnya.

Komentar

Loading...