13 Tahun Jabat Dirut RSUD Datu Beru Takengon, Sosok Hardi Yanis di Mata Shabela

13 Tahun Jabat Dirut RSUD Datu Beru Takengon, Sosok Hardi Yanis di Mata Shabela
Bupati Aceh Tengah berbincang dengan dr. Hardi Yanis setelah acara pelepasan purna tugas di Gedung Ummi Pendopo, Takengon, Jum’at 09 Juli 2021 malam. | Foto: KBA.ONE, Karmiadi

KBA.ONE, Takengon – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru Takengon, dr. Hardi Yanis, kini memasuki purna tugas. Tak terasa, ia telah menjabat kurang lebih selama 13 tahun sebagai dirut di rumah sakit tersebut.

Hardi Yanis didampuk sebagai sosok dokter sejak tahun 1988, dan kini akreditasi telah beralih menjadi paripurna yang diberikan langsung oleh Ketua Eksekutif Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dr. Sutoto. Selain torehan prestasi itu, ia juga dinilai mampu mengubah wajah rumah sakit itu dengan pembangunan yang memadai.

Orang nomor satu di Kabupaten Aceh Tengah itu, Shabela Abubakar juga memberi pandangan terhadap sosok Hardi Yanis. Menurut Shabela, ia adalah sosok dokter yang berdedikasi, bertanggung jawab dan inspiratif.

Tak dipungkiri, di bawah kepemimpinannya Hardi mampu mengantarkan RSUD kebanggaan masyarakat wilayah tengah Aceh itu, menjadi salah satu rumah sakit yang terbaik, terlengkap, dan memiliki jumlah ranjang rawatan terbanyak di Aceh setelah RSUD Zainoel Abidin di Banda Aceh.

Hal itu disampaikan Bupati Aceh Tenga, Shabela Abubakar, saat acara pelepasan purna tugas dr. Hardi Yanis selaku Direktur RSUD Datu Beru Takengon, di Gedung Ummi Pendopo, Takengon, Jum’at 09 Juli 2021 malam.

“Adik saya dokter Hardi ini adalah sosok yang berdedikasi dan bertanggungjawab akan tugas-tugasnya, ini dapat kita lihat bagaimana RSUD Datu Beru terus berkembang dari waktu ke waktu,” kata Shabela.

Dikatakan Shabela, berbagai prestasi sudah ditorehkan olehnya sejak memimpin rumah sakit ini. Banyak perubahan besar terjadi di RSUD Datu Beru Takengon, mulai dari insfrastruktur, peralatan, pelayanan, dan tenaga medis yang dinilai semakin baik. “Selama kepemimpinannya, pemikiran inspiratif dan inovatif terus dikontribusikan untuk memajukan rumah sakit yang kita banggakan ini,” puji Shabela.

Dalam pandangan Shabela, prestasi dan dedikasi yang telah dilakukan oleh Hardi selama ini, harus diikuti dan dilanjutkan oleh para pemangku kebijakan di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah itu, terutama sekali oleh pelaksana tugas direktur yang telah ditunjuk beberapa waktu lalu.

“Ini penting, mengingat pencapaian yang telah diperoleh RSUD Datu Beru Takengon selama satu dekade ini jangan sampai mundur seiring dengan berakhirnya tugas seorang direktur yang lama, dan bila perlu di bawah kepemimpinan yang baru, RSUD Datu Beru Takengon dapat berkembang lebih hebat lagi,” sambung Shabela.

Shabela turut menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pengabdian yang diberikan oleh Hardi selama menjabat sebagai Direktur RSUD Datu Beru Takengon.

Ia berharap pengalaman dan profesi kedokteran spesialis yang dimiliki sang dokter dapat terus didarma baktikan, untuk dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Aceh Tengah. “Jadi, meski dokter Hardi sudah purna tugas, tali silaturrahmi dengan kami jangan sampai terputus, bahkan harus lebih terjalin erat lagi,” tutupnya.

Sebelumnya, dr. Hardi Yanis, mengucapkan pamit dan maaf apabila selama menjabat dan memimpin RSUD Datu Beru Takengon banyak melakukan kesalahan, baik disengaja maupun tidak. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Aceh Tengah dan kepada seluruh jajaran RSUD Datu Beru Takengon atas dukungan dan kerja samanya sehingga dapat melaksanakan tugas dengan baik.

“Tidak terasa kami telah 13 tahun dipercayakan sebagai Direktur RSUD Datu Beru. Selama kurun waktu itu tentu tidak terlepas dari salah dan khilaf, untuk itu dalam kesempatan yang berbahagia ini kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya untuk semua kekurangan,” ujarnya.

Dalam menjalankan aktivitas setelah purna tugas, Hardi akan tetap melayani Praktek Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Kota Takengon. Di samping juga merupakan konsultan dokter spesialis penyakit dalam sub spesialis penyakit ginjal dan hipertensi.

Diketahui, sebelumnya, Bupati Aceh Tengah Shabela menunjuk Plt Dirut RSUD Datu Beru Takengon dr. Gusnarwin Abdullah. Sedangkan Hardi Yanis kini ditempatkan di Direktur UPTD RSUD Datu Beru Aceh Tengah lantaran telah memasuki masa pensiun.*

Komentar

Loading...