17,5 Ton Bawang Merah Ilegal Dihibahkan

17,5 Ton Bawang Merah Ilegal Dihibahkan
Hibah bawang merah ilegal yang dilakukan pihak Bea Cukai Lhokseumawe | Foto : Try Vanny

 KBA.ONE, Aceh Utara - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean  (TMP) C Lhokseumawe, menghibahkan 17,5 ton bawang merah hasil temuan pada 8 Maret 2021 di perairan Lapang, Aceh Utara, ke Pemerintah Aceh Utara dan dayah Aceh Besar.

 Kepala KPPBC TMP C Lhokseumawe Muhammad Munif mengatakan, bawang merah ilegal tersebut dihibahkan setelah melalui proses hukum dan uji laboratorium. Sebanyak 10,5 ton dihibahkan pada masyarakat melalui Pemerintah Aceh Utara, Kamis 18 Maret 2021.

 "Bawang merah ini masih layak dikonsumsi dan kami harap ini bisa meringankan ekonomi masyarakat yang terdampak Covid-19," katanya.

Dia juga menyampaikan, bawang merah ilegal diperkirakan bernilai Rp525 juta, dengan potensi kerugian negara mencapai Rp215 juta. Bawang merah asal Thailand tersebut, merupakan hasil penindakan yang berawal dari laporan masyarakat.

 "Diharapkan pelaku usaha tidak melakukan tindakan membeli barang hasil penyelundupan, untuk melindungi negeri serta mendongkrak penerimaan negara dari sektor bea masuk dan pajak," ungkapnya.

 Ditempat terpisah, Hamdani Abidin, pelaku usaha yang juga pengamat ekonomi Aceh memberikan apresiasi kepada KPPBC Aceh Utara yang telah menghibahkan bawang merah hasil sitaan untuk masyarakat.

"Pemberian hibah bawang merah ke masyarakat berdampak baik bagi perekonomian masyarakat, jika dihanguskan berarti akan mubazir begitu juga hendaknya kepada barang sitaan berupa pangan dan sejenisnya bisa juga reekspor sehingga berdampak pertambahan pendapatan bagi pemda setempat," ujar Hamdani.

Komentar

Loading...