19 Remaja Terjaring Razia Dominan Berasal dari Luar Banda Aceh

19 Remaja Terjaring Razia Dominan Berasal dari Luar Banda Aceh
Ilustrasi |Foto: beritakini.co

KBA.ONE, Banda Aceh - Sebanyak 19 remaja yang terjaring razia oleh tim Terpadu Dan Pngawasan Syariat Islam (T2PSI) di tempat karaoke di kawasan Ulee Lheue dan warung kopi (warkop) di Lampaseh, Banda Aceh, 17 Maret 2021.

Para remaja ini diamankan karena nongkrong melewati batas waktu, dan menggunakan pakaian ketat tidak sesuai dengan Syariat Islam. Setelah dilakukan penyidikan, mereka dominan berasal dari luar Banda Aceh

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kota Banda Aceh, Heru Triwijanarko mengatakan total remaja yang diamankan ada 19 orang. Mereka diamankan di dua lokasi yaitu di Kecamatan Kutaraja dan Meraxa.

"Mereka diamankan karena telah melanggar qanun nomor 11 tahun 2002 tentang akidah ibadah dan syiar Islam dan juga menggunakan baju ketat," kata Heru kepada KBA.ONE, di ruang kerjanya.

Ia menyebutkan remaja yang terjaring di tempat karaoke sejumlah 11 orang dan di warung kopi delapan orang.

Selain itu, para remaja putri ini saat terjaring razia tidak menunjukkan identitasnya. "Saat ditanyai identitas tidak ada, lupa dan hal ini sudah sering kita dapatkan," lanjutnya.

Kata dia, penjaringan ini dilakukan karena jam malam para remaja putri yang duduk sampai tengah malam. Hal ini melanggar budaya Aceh, yang dulu perempuan yang nongkrong di warung kopi hingga menimbulkan bias kemana-mana.

Para remaja yang terjaring razia ini dilakukan pembinaan di kantor Satpol PP kota hingga siang tadi.

"Sebagian ada yang dijemput oleh keluarganya dengan bukti yang kuat dan hingga menjelang siang tadi tersisa tujuh orang dan pengakuannya tinggal di kos," tambahnya.

Ia juga menjaskan razia ini dilakukan karena laporan masyarakat yang mulai gerah dengan kelakuan para remaja.

Kemudian, salah satu pembina juga mengatakan para remaja merupakan pekerja lepas.

Untuk diketahui, operasi ini dilakukan juga melibatkan perangkat gampong dan ketua pemuda di daerah tersebut.*** | AYU, Kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...