21 Kampung di Bener Meriah Dirikan SPBU

21 Kampung di Bener Meriah Dirikan SPBU
Ilustrasi |Foto: Liputan6.com

KBA.ONE, Bener Meriah – Sebanyak 21 kampung yang ada di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah sepakat mendirikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kecamatan tersebut.

Masing-masing desa menggelontorkan dana untuk penyertaan modal dalam program tersebut sebesar Rp300 juta, akumulasi dari keseluruhan Rp6,3 miliar. Setiap pemilik saham akan mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki.

“Karena kondisi saat ini tengah dirundung Covid-19, tahap awal hanya sebesar Rp150 juta yang diplotkan, sisanya akan dibayarkan lagi pada tahun 2022 mendatang,” kata Camat Pintu Rime Gayo, Eddy Iwan Syahputra, kepada KBA.ONE, Senin 24 Mei 2021.

Uang tersebut kata Eddy, disetor ke Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) bersama. “Setiap kampung memiliki BUMK selanjutnya dibentuklah PT, namanya PT Pintu Rime Gayo Energi, unit usahanya adalah SPBU. Semua reje yang bergabung menganggarkan penyertaan modal ke BUMK bersama,” tambah Eddy.

Dari semua desa yang ada di Kecamatan Pintu Rime Gayo, ada dua desa yang belum bergabung. Alasan mendasar waktu itu adalah kebutuhan desanya sangat tinggi, jika memungkinkan akan bergabung pada tahun 2022.

“Wacananya, mereka juga akan bergabung, namun dengan kegiatan lain. Program ini kan sudah di akte kan, sudah didaftar ke Kemenkumham dengan jumlah saham Rp6,3 miliar, jika yang belum bergabung harus membeli saham ini, ini pun jika mereka merestui,” kata Eddy.

Untuk tempat didirikanya SPBU itu masih dirahasiakan, lantaran harus melewati proses survei dari pihak Pertamina, kelengkapan usulan. Katanya ada di lima titik, mulai dari Negeri Antara hingga Kampung Gemasih.

Sedangkan untuk pengelolaannya sendiri secara profesional, diserahkan langsung melalui Dirut PT. Pintu Rime Gayo Energi. 

"Untuk kelengkapan teknis pengusulan ke Pertamina sudah rampung, kita masih menunggu lampu hijau dari Pertamina. Kontraknya dengan Pertamina Medan, setelah selesai nanti wacana kita bulan September mulai kontruksi. Launching perdana direncanakan di bulan Januari 2022,” kata Eddy sembari menyebut program itu satu satunya di Indonesia.

Ia juga menceritakan, inovasi itu lahir dalam Musyawarah Antar Desa (MAD), dihadiri 23 kepala desa yang ada di kecamatan itu, bukan hanya mendirikan SPBU yang diusulkan. Bahkan waktu itu ada juga bisnis properti, perkebunan, perdagangan serta wisata water boom.

“Water Boom itu gagal dilanjutkan, lantaran pemilik tanah saat itu tidak setuju akhirnya berubah menjadi SPBU. Kita melihat secara kasat mata jarang merugi, karena kebutuhan pokok masyarakat,” ujarnya.

Pada 2020, pihaknya sempat dikunjungi Menteri Desa di Blang Rakal untuk melihat peternakan BUMK Rakal. “Di sana kami cetuskan program ini dan menteri pun terkejut, bahkan berujar, ini satu satunya jika berhasil di Indonesia. Launching perdana nanti, pak menteri meminta diundang, reje pun sangat semangat mendengar ungkapan itu,” kata Eddy.

Untuk diketahui, Kamis mendatang Dirut PT Pintu Rime Gayo akan bertolak ke Banda Aceh untuk mengenalkan profile company PT Pintu Rime Gayo, sekaligus mengundang Kepala Pertamina Banda Aceh hadir ke Bener Meriah menyerahkan dokumen usulan oleh Bupati Bener Meriah.

“Mohon doanya, semoga program ini berhasil sehingga dapat menggenjot PAD desa,” tutup Eddy.*** | KARMIADI, Kontributor Aceh Tengah

Komentar

Loading...